Close

Calon Pengatin di Pariaman Pastikan Pemeriksaan Kesehatan

SAMBUTAN—Wali Kota Pariaman H Genius Umar berikan sambutan pada acara pembukaan DP3AKB Kota Pariaman.

PARIAMAN,METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, membuka acara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Per­­lindungan Anak Dan KB (DP3AKB) Kota Pariaman tentang kader posyandu dan jenis lainnya. “Kali ini acara pertemuan serta pembinaan dan  pemberian transportasi KIE, sekaligus untuk mengevaluasi kinerja para kader pos yandu dilapangan, sudah sejauhmana perkemba­ngan dan capaian kerja me­reka sebagai kader Institusi Masyarakat Pede­saan (IMP), dalam hal ini adalah Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD dan Sub PPKBD),” kata Walikota Pa­riaman Genius Umar, kemarin.

Genius Umar sampaikan kepada para kader yang hadir, untuk bisa membantu pemerintah Kota Pariaman dalam melakukan percepatan penurunan stun­ting, agar di tahun 2024 nanti angka stunting di Kota Pariaman tercapai menjadi Zero percen (0%).

“Intervensi stunting harus kita mulai dari hulu yaitu, kepada remaja dan calon pengantin, pastikan remaja-remaja memahami akan pentingnya kebutuhan gizi sejak dari remaja serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat”, sebut Genius Umar.

Genius Umar jelaskan, calon pengantin pastikan telah melakukan pemeriksaan kesehatannya di la­yanan kesehatan setempat, mendapatkan bimbi­ngan perkawinan serta KIE dari petugas di lapangan atau Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Selalu lakukan  pemantauan kepada ibu hamil sampai punya anak baduta, agar masa emas 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) berjalan optimal, baik di sisi kesehatan maupun pola asuh yang diterapkan.

Keluarga yang memiliki pasangan usia subur pasca persalinan agar men­dapatkan pelayanan KB, agar dapat mengatur jarak kehamilan dari sebelumnya, sehingga optimal pengasuhan dan kasih sayang kepada anak yang dilahirkan.

Terakhir anak hingga umur balita pastikan men­dapatkan ASI ekslusif, imunisasi lengkap, vitamin, makanan tambahan setelah umur lebih 6 bulan serta memantau dan mendampingi tumbuh kem­bang anak secara optimal.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya semua daya upaya harus kita lakukan. Kota Pariaman kaya akan sumber daya pangan, hasil laut sangat berlimpah, diperkuat dengan adanya lintas sektor, mitra kerja, CSR, bahkan individu-individu yang mampu bisa membantu percepatan pe­nurunan stunting di dae­rah ini,” tuturnya.

Melalui kesempatan ini, kami  mengingatkan pada seluruh kader, pentingnya kesehatan bagi masya­rakat, sejak bayi, anak-anak dan ibunya.

“Dengan budaya gotong royong, bantuan dari keluarga kepada keluarga sekitar yang beresiko stunting, akan sangat membantu juga dalam percepatan penurunan stunting.  Libatkan Ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, orang rantau, untuk berperan aktif  membantu, agar SDM Kota Pariaman semakin sehat dan berkualitas,” ungkap Genius Umar.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan acara berbalas pantun sesama kader antar kecamatan dengan tema stunting, dan diberikan hadiah hiburan berupa payung untuk dibawa kader ketika turun ke lapangan. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top