Menu

Calo PNS Beraksi di Padang, Korban Ditipu Puluhan Juta

  Dibaca : 1125 kali
Calo PNS Beraksi di Padang, Korban Ditipu Puluhan Juta
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota foto bersama Komisioner KPU Limapuluh Kota, Bawaslu Limapuluh Kota dan Muspida usai mengambil nomor urut.
calon PNS web

Anggota Polsekta Lubukkilangan, Padang menggiring Rafles, calo PNS yang dilaporkan sudah menipu empat warga Bandabuek, Selasa (15/09/2015). Dia disebut meminta uang puluhan juta, dengan iming-iming diterima sebagai PNS di Kepulauan Mentawai.

PADANG, METRO–Rafles (47), tak jera-jera berkelakuan jahat. Sempat mendekam di sel tahanan karena kasus penipuan, rupanya tak membuat Rafles insyaf. Bahkan, dia mengulang perbuatannya. Kali ini, Rafles menipu empat orang, dengan iming-iming bisa menjadikan keempat korbannya sebagai PNS di Mentawai, dengan catatan, para korban harus menyetor uang pelicin yang jumlahnya puluhan juta.

Tidak tahu dengan track record Rafles, keempat korban percaya saja, dan memberikan uang sesuai dengan yang diminta Rafles. Rupanya, setelah uang diberikan, harapan keempatnya untuk jadi PNS tak kunjung terkabul. Berbuan-bulan, akhirnya keempatnya sadar sudah jadi korban penipuan dan melapor ke Polsekta Lubukkilangan, dengan nomor laporan LP247/K/ XIII/2015 Sektor Lubukkilangan. ”Mendapat laporan, kita langsung bergerak,” terang Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana, Selasa (15/9) siang.

Dijelaskan Kapolsekta Lubukkilangan Kompol Aswarman, kejadian bermula saat keempat korban bertemu dengan Rafles di salah satu warung. Mereka lalu bercerita. Rafles yang memang berpenampilan parlente menyebut kepada keempat korbannya, kalau dia bisa menjadikan seseorang sebagai PNS di Mentawai. Melihat gaya bicara Rafles dan pembawannya yang santun, para korban, JN (29), JO (31), Z (30) dan N (31), yang merupakan warga Bandar Buek, percaya begitu saja.

Mereka tertarik untuk jadi PNS di Mentawai, gaji yang besar dan pekerjaan yang tak terlalu berat menjadi alasan, kenapa keempatnya tergiur. Setelah itu, mereka bertanya, apa saja syaratnya untuk bisa jadi PNS di Mentawai.
”Pelaku lalu meminta uang kepada korbannya. Katanya sebagai uang pelicin kepada pejabat setempat,” tutur Kompol Aswarman.

Kepada korbannya, Rafles yang merupakan warga Banuaran, Kecamatan Lubukbegalung, meminta uang beragam. Bagi yang berpendidikan S1, dimintai uang Rp25 juta sebagai pelicin. Sedangkan, yang berpendidikan SMA, lebih ringan, yakninya Rp16 juta. ”Para korbannya ngasih karena percaya bisa jadi PNS,” ungkap Kapolsekta.

Hari berganti, bulan pun bertukar. Namun, jabatan yang dijanjikan Rafles tidak kunjung tiba. Kabar pun tak ada. Rafles juga semakin sulit dihubungi keempat korbannya. Merasa curiga, para korban lalu mencari tahu kebenaran, apakah memang Pemkab Mentawai menerima PNS baru atau tidak. Rupanya, Rafles bohong. Pemkab Mentawai tidak pernah membuka lowongan. “Merasa sudah ditipu, Rafles lalu dilaporkan,” kata Aswarman.

Menindaklanjuti laporan, petugas Unit Reskrim Polsekta Lubukkilangan lalu memanggil Rafles, dengan mengiriminya surat pemanggilan. Namun, Rafles abai. Beberapa kali dipanggil, Rafles akhirnya diamankan. Dia ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan. “Setelah ditelusuri, rupanya tersangka sudah pernah juga diproses di Polsekta Lubukbegalung dalam kasus yang sama. Dia menipu,” kata Aswarman.

Setelah meminta keterangan para korban, polisi menduga masih ada korban lain. Untuk itu, pengembangan dilakukan. ”Kita tidak langsung percaya saja dengan pengakuan tersangka, yang jelas kita akan terus mengorek pengakuan, apalagi tersangka ini juga sudah banyak nenipu orang. Tidak menutup kemungkinan adanya korban atau tersangka lain,” ungkapnya.

Jika terbukti, Rafles akan dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pengelapan, dengan ancaman 5 tahun. (cr9)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional