Close

Cabut Baiat Massal di Dharmasraya, 391 Mantan Anggota NII Sumpah Setia kepada NKRI, Kapolda: Lewat 20 Mei, Kami Tindak Tegas

CABUT BAIAT MASSAL— Suasana cabut baiat massal dan pengucapan sumpah setia kepada NKRI yang dilakukan mantan anggota NII di Dharmasraya.

DHARMASRAYA, METRO–391 warga Dharmasraya yang sebelumnya tergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia (NII), melakukan cabut baiat massal dan mengu­capkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan cabut baiat massal itu dilaksanakan di Kantor Bupati Dhar­masraya, Rabu (27/4).

Dalam baiat masal ini, turut disaksikan langsung oleh Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Marthinus Hu­kom, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ka­polda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, Danrem 032 Wirabraja, Kabinda Sumbar, Bupati Dharmas­raya, Kapolres Dharmas­raya serta para tokoh ma­syarakat dan tokoh agama.

“Pada momentum sore ini bertepatan dengan bu­lan suci ramadan, mengu­capkan syukur karena momentum ini juga sebagai forum silaturahmi, teruta­ma mantan anggota NII yang hadir sore ini. Saya mengapresiasi kepada Gu­bernur Sumbar)yang me­nge­luarkan kebijakan da­lam menyikapi terorisme, radikalisme dan intoleransi beberapa waktu terakhir, termasuk support dari Pol­da Sumbar dan jajarannya serta Bupati Dharmas­ra­ya,” kata Irjen Pol Mar­thinus Hukom, Rabu (27/4) di Auditorium kantor Bupati Dharmasraya.

Irjen Pol Marthinus me­nyebut, pihaknya hadir tidak saja sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari anak bangsa untuk merangkul saudara-saudara kita yang mungkin diantaranya menjadi kor­ban karena ketidaktahuan mereka.

“Pemerintah melaku­kan pendekatan kepada saudara kita yang me­laku­kan penyimpangan, mema­hami suatu yang salah. Kami ingin duduk bersama merangkul dengan penuh kasih sayang,” terangnya.

Dengan duduk ber­sa­ma tersebut kata Irjen Pol Marthinus, maka hal itu tentu menjadi lebih penting dari pada penangkapan, serta lebih penting dari pada penegakan hukum.

“Hari ini saya melihat kesadaran untuk bangkit bersama-sama menjaga NKRI ada disini. Jumlah paling besar hari ini yang dilakukan mantan anggota NII yang cabut baiat. Tiga bulan yang lalu, juga telah dilakukan pencabutan baiat  massal yang dilaksanakan di Provinsi Lampung. Na­mun, jumlahnya hanya men­capai 120 orang,” katanya.

Kapolda Berikan Tenggat Waktu Cabut Baiat

Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan, pada kegia­tan cabut baiat massal diikuti lebih kurang 400 warga. Sebelumnya, mere­ka terpapar aliran NII atau aliran radikalisme yang bertentangan degan ideo­logi bangsa  dan kini mere­ka sudah menyatakan ca­but baiat.

“Saya berharap, dalam waktu yang sesingkat-sing­katnya, kepada anggota NII yang lainnya di Sum­bar, untuk segera cabut baiat. Saya berikan ke­sempatan terutama di bu­lan ramadan ini. Saya beri­kan kesempatan sampai tanggal 20 mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, seluruhnya ha­rus cabut baiat,” tegas Irjen Pol Teddy.

Menurut Irjen Pol Ted­dy, berdasarkan data yang sudah terekspos, jumlah anggota NII di Sumbar se­banyak 1.125 orang. Un­tuk itu, jika masih ada  yang tidak cabut baiat sampai ba­tas waktu yang sudah dite­tapkan, pihaknya akan te­rap­kan penegakan hukum negara sekeras-keranya.

“Kami bersama Kaden­sus, Danrem,  Pemda, dan Forkopimda lainnya, sudah sepakat NKRI harga mati, pancasila harus dijunjung tinggi. Ancaman radika­limse dalam bentuk apa­pun, membuat situasi men­jadi distabilitas dan mere­sahkan msayarakat. Teror dalam bentuk apapun, da­lam eskalasi apapun, me­resahkan masyarakat,” kata Irjen Pol Teddy.

Terlebih, dikatakan Ir­jen Pol Teddy, saat ini me­masuki musim mudik leba­ran. Menurutnya, orang Minang memiliki adat, bu­daya dan tradisi mudik leba­ran. Sedangkan dua tahun belakangan, mudik dilarang pemerintah dan pada tahun ini mudik diperbolehkan, sehingga dampaknya pada tahun ini jumlah pemudik akan berlipat.

“Untuk itu, jaminan ke­a­manan dan ketertiban harus benar-benar bisa di­wujudkan, khususnya jaja­ran Polda dan Korem,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Asn­sharullah mengatakan, da­lam mendorong baiat mas­sal ini, pihaknya sudah me­nyurati bupati dan wali kota se Sumbar setelah mela­kukan pertemuan de­ngan Forkopimda, sehingga baiat massal bisa dilaksanakan di Dharmasraya.

“Mudah-mudahan dae­rah lain melakukan hal yang sama. Kita perlu se­ma­ngat persatuan untuk menjunjung tinggi NKRI supaya menjamin pan­c­a­sila terlaksana dalam kehi­dupan. Terkait sisa anggota NII yang belum cabut baiat, itu bupati dan wali kota segera melaksanakannya di lapangan. Seperti teng­gat waktu yang diberikan Pak Kapolda tadi, harusnya menjadi semangat bagi kita bersama,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres Dhar­masraya AKBP Nur­ha­diansyah mengatakan, pascadilakukannya pe­nang­­kapan oleh Densus terhadap beberapa warga yang masuk kelompok NII pada tanggal 26 Maret 2022 di Dharmasraya, masya­rakat lainnya yang terga­bung dalam pengajian ter­se­but merasa kebingu­ngan. Sehingga, pihaknya langsung melakukan koor­dinasi dengan seluruh kom­ponen di antaranya For­kopimda, serta dari Tim Densus 88 Polri untuk mem­berikan pemahaman kepa­da masyarakat yang terga­bung NII tersebut.

“Jumlah warga yang mengikuti baiat hari ini merupakan hasil penyeli­dikan Densus 88 Mabes Polri. Alhamdulillah hari ini mereka sepakat dari hati yang paling dalam untuk mencabut baiat. Namun, dari 391 yang bersedia dicabut baiat itu tidak se­muanya hadir, karena se­bagiannya adalah anak-anak dan ada juga yang berkebutuhan khusus,” kata AKBP  Nurhadiansyah.

Dikatakan AKBP Nur­hadiansyah, Polres bersa­ma pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan terus melakukan langkah-lang­kah mengajak anggota NII lainnya yang belum hadir hari ini untuk segera mela­kukan cabut baiat.

“Kami akan terus me­nga­jak saudara kita yang lain untuk segera cabut baiat. Saya mewakili nega­ra menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Kapolda Sumbar,  Bupati Dharmasraya, dan tokoh masyarakat atas terlak­sana pembaiatan massal ini,” ujarnya.

Sementara, Bupati Dhar­masraya, Sutan Riska Tuan­ku Kerajaan mengatakan, atas nama pemerintahan daerah memyampaikan bahwa kegiatan baiat ini untuk mengajak masya­rakat kembali setia ke NKRI. Ia berharap warga lebih selektif lagi dalam mengikuti kegiatan, agar dapat me­ningkatkan tatanan kehidu­pan bernegara serta me­ning­katkan ketakwaan ke­pada Allah SWT.

“Kami berharap sema­ngat bagi kita untuk mem­bangun Dharmasraya dan Indonesia, dengan rahmat dan ridho Allah. Jumlah yang cabut baiat ada 391 orang, tapi yang datang dalam kegiatan jumlahnya dua kali lipat, karena ada yang bawa keluarga dan ada juga yang ingin me­nyaksikan saja,” kata Su­tan Riska.

Terpisah, di sela-sela pembaiatan salah satu mantan NII H (30) menga­ku, sebelum menjadi ang­gota NII, sempat ada tamu yang datang ke rumah sebanyak dua kali. Namun, ia mengaku tidak tahu menahu terkait NII yang ternyata merupakan aliran radikalisme.

“Sebagai warga yang baik, orang datang ke ru­mah, ya kita terima dan tidak mungkin kita usir. Ternyata membawa aliran NII. Dengan adanya keja­dian ini, saya dan keluarga berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan penjelasan secara baik kepada kami terkait NII ini.  Dan pas­tinya kami nyatakan setia kepada pancasila dan NK­RI, “ pungkasnya. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top