Menu

Cabuli Pelajar 10 Kali, Sopir asal Banuhampu Diciduk Polisi

  Dibaca : 194 kali
Cabuli Pelajar 10 Kali, Sopir asal Banuhampu Diciduk Polisi
JALANI PEMERIKSAAN—Sopir berinisial E (21) yang mencabuli pelajar sebanyak 10 kali menjalani pemeriksaan di Polres Bukittinggi setelah ditangkap.

BUKITTINGGI,METRO
Dilaporkan karena mencabuli pelajar, seorang sopir warga Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Bukittinggi saat berada di Tugu Polwan Bukittinggi, Sabu (12/9). Dari hasil pemeriksaan, terungkap kalau aksi pencabulan itu dilakukan sebanyak 10 kali.

Pelaku berinisial E (21) itupun mengakui mencabuli korban sebut saja Melati (nama samaran) di rumahnya. Namun, aksi bejat pelaku yang menjadi pelajar itu sebagai budak nafsu pun akhirnya terbongkar setelah korban dengan kondisi menangis dan menggigil memeluk ibunya.

Setelah dibujuk untuk bercerita, korban pun akhirnya menceritakan apa yang telah dilakukan pelaku E terhadap dirinya. Kontan saja, keluarga korban langsung emosi dan langsung melapor ke Polres Bukittinggi dengan nomor LP/180/K/IX/2020 tanggal 2 September. Dari laporan itulah, pihak Kepolisian kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku E.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, SY (ibu korban) melaporkan E atas dugaan tindakan pencabulan terhadap anaknya yang masih berstatus pelajar. SY melaporkan bahwa anaknya telah dicabuli tersangka pada bulan Juni 2020. Pada tanggal 26 Agustus 2020 korban mencoba memberi tahu orangtuanya sambil menangis dan memeluk ibunya.

“Ibunya mencoba menenangkan korban dan menanyakan apa yang terjadi. Awalnya korban tidak menjawab, sehingga ibu korban meminta bantuan kakak laki – lakinya (paman korban, red) untuk bertanya kepada korban. Dari usaha pamannya menanyai korban akhirnya terungkap bahwa korban telah disetubuhi pelaku sebanyak sepuluh kali,” kata AKP Chairul Amri.

Berdasarkan laporan tersebut, AKP Chairul Amri menjelaskan, pihaknya kemudian melakukan penangkapan terhadap E yang berprofesi sebagai sopir . Tersangka ditangkap saat berada di Tugu Polwan, Kota Bukittinggi. Setelah itu, pelaku dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kepada petugas, tersangka mengaku telah melakukan tindakan cabul tersebut di rumahnya. Pencabulan itu dilakukan pada bulan Juni 2020. Tindakan itu dilakukan terhadap korban sampai sepuluh kali,” lanjut AKP Chairul.

Chairul menegaskan, tersangka akan dijerat pasal 81 ayat (1),(2) jo76D Jo 82 ayat (1) Jo 76E UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Junto Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang – undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional