Menu

Cabai Rawit Tembus Harga Rp 60 Ribu

  Dibaca : 2195 kali
Cabai Rawit Tembus Harga Rp 60 Ribu
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 
Pedagang cabai di Pasar Raya Padang

Pedagang cabai di Pasar Raya Padang.

PADANG, METRO–Harga cabai rawit di Kota Padang melambung. Yang sebelumnya berkisar pada harga Rp46 ribu, kini dijual dengan harga Rp60 ribu. Hal ini disebabkan karena kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Pulau Jawa. Meski demikian, harga cabai merah dan  barang kebutuhan pokok lainnya relatif stabil.

Untuk stabilitas harga komoditi, termasuk cabai rawit, Dinas  Perindustrian dan Perdagangan Sumbar terus melakukan pemantauan terhadap gejolak harga, supaya lonjakan kenaikan harga tidak terlalu memberatkan masyarakat.

“Kendati harga cabai rawit tinggi di Sumbar. Namun hal itu tak terlalu berdampak. Karena minat  masyarakat tidak terlalu tinggi. Pasokan cabai rawit  hijau yang beredar di Sumbar memang bukan cabai lokal tapi dari Jawa Tengah. Kenaikan ini akibat faktor kekeringan yang melanda pulau Jawa. Kenaikan ini terjadi beberapa minggu belakang ini,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar Zaimar, Rabu ( 19/8).

Ia menyebutkan untuk produksi cabai rawit hijau lokal dipasok dari Agam dan Solok. Saat ini, pasokan cabai rawit di kedua daerah masih belum memasuki panen. Karena pasokan tersedia hanya dari Jawa Tengah, harga cabai rawit  kemudian melonjak. “Kita berharap pasokan cabai rawit kembali stabil, sehingga harga  dapat lebih kompetitif,” ucapnya.

Saat ini, beras cap Arai Pinang dijual Rp9.375,  beras Cisokan Solok Rp13.125, beras IR 42 Solok Rp13.125,  IR 42 Muaralabuh Rp10.625,  IR 42 Padang Rp10.625,  Kuruik Kusuik Bukittingi Rp13.125, beras Panda Jambi Rp11.875, gula Rp13 ribu, minyak goreng curah Rp10.500 dan minyak goreng dalam kemasan Rp 15 ribu, daging sapi Rp110 ribu, daging ayam broiler Rp 37 ribu per kg, daging ayam kampung Rp45 ribu per kg, telur ayam negeri Rp20.800 per kg dan telur ayam kampung  Rp22.500 per kg , jagung Rp7 ribu per kg, tepung terigu Rp9 ribu.

Sementara itu cabe merah kriting Rp40 ribu per kg, bawang merah Rp18 ribu per kg,  bawang putih Rp20 ribu per kg,  ikan teri Rp50 ribu per kg, garam bata yodium Rp1.000, garam halus Rp2 ribu, kacang tanah Rp25 ribu , kacang hijau Rp23 ribu.

“Harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil di Sumbar. Kecuali untuk harga cabai rawit yang mengalami peningkatan cukup signifikan. Pemantaun terhadap harga komoditi tersebut kami lakukan di tiga pasar tradisional  yakni Pasar Lubukbuaya, Pasar Siteba dan Pasar Raya Padang,” ucapnya.

Kata Zaimar, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap gejolak kenaikan harga barang kebutuhan  pokok. Hal ini dilakukan agar kenaikan harga tidak membebani masyarakat. Harga barang kebutuhan pokok yang kenaikannya tak terkendali dapat memicu terjadinya kenaikan inflasi. Sebutnya, inflasi harus dikendalikan. Karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

“Inflasi akan membuat biaya yang dikeluarkan masyarakat bertambah tinggi. Oleh sebab itu, pergerakan harga harus dipantau secara terus menerus, sehingga  gejolak kenaikan harga dapat diminimalisir,” ucapnya. (d)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional