Menu

Buya Mahyeldi, Ulama yang Pas Menjadi Gubernur Sumbar

  Dibaca : 93 kali
Buya Mahyeldi, Ulama yang Pas Menjadi Gubernur Sumbar
KULTUM— Buya Mahyeldi mengisi kultum (kuliah tujuh menit) Zuhur di Masjid Jamik Fatahillah Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Padang, METRO
Menjadi Wali Kota Padang dua periode, Mahyeldi Ansharullah tak pernah menanggalkan labelnya sebagai dai atau ulama. Kegiatan yang disandangnya sejak muda belia sebelum menjadi ustaz kondang di Kota Padang. Kini, lakek tangan sebagai Wali Kota, membuat banyak warga non-Padang yang juga ingin merasakannya.

Edi Sikumbang, warga Balai Selasa, Pessel yang merantau ke DKI Jakarta, punya catatan sendiri terhadap Mahyeldi yang dipanggilnya dengan sebutan Buya. Katanya, Mahyeldi adalah pemimpin yang memang seorang dai. Bukan dibuat-buat. Kebiasaan Mahyeldi berceramah dari masjid, surau dan musholla memang telah menjadi jiwa dan mendarah daging bagi dirinya.

“Kami lihat, walaupun sudah menjadi Wali Kota Padang sejak tahun 2014 tetap saja setiap Jumat, kalau tidak ada agenda pemerintah ke luar kota, beliau menjadi khatib Jumat, atau pagi Sabtu dan ahad mengisi ceramah Subuh Begitu juga hari-hari dalam masa kampanye sudah tiga bulan lebih beliau dalam sehari hampir 5 kali berceramah di masjid dan mushala,” kata Edi Sikumbang.

Menurut Edi, jika dihitung, sudah ratusan masjid dan mushala yang dikunjungi, dengan tema ceramah moral, generasi muda, pengembangan adat budaya Minangkabau dan lainnya. “Kemampuan beliau dalam berorasi, khususnya ceramah yang pastinya dilatih sejak lama, juga diminati oleh masyarakat perantau. Sehingga ketika beliau berkunjung ke daerah lain, tetap diminta jadi imam atau berceramah,” katanya memuji kepiawaian Mahyeldi sebagai ulama.

Bahkan, katanya, dalam kesibukan Mahyeldi berkampanye ke pelosok Sumbar pekan lalu secara zoom, dari pedalaman Pasaman tetap mengisi ceramah untuk kader PKS Tangerang Selatan (Tangsel) Banten. “Bahkan, siang ini Buya mengisi kultum (kuliah tujuh menit) Zuhur di Masjid Jamik Fatahillah Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta. Buya Mahyeldi diminta memberikan tausyiahnya,” kata Edi Sikumbang.

Menurutnya, permintaan ceramah Zuhur itu datang dari pengurus masjid kepada juru bicara (jubir) Mahyeldi-Audy, Mulyadi Muslim. “Pengurus mendapat info, Buya Mahyeldi sedang di Jakarta dalam rangka menerima penghargaan The Peolple of Year 2020 dari Metro TV. Panitia langsung menghubungi Ustaz Mulyadi Muslim dan langsung dapat konfirmasi,” katanya.

Dia mengutip, dalam ceramahnya Buya Mahyeldi menyampaikan pentingnya menjaga persatuan umat dalam bingkai persaudaraan sekampung, sedaerah dan terutama seakidah. Jamaah yang mendengar ceramah Buya Mahyeldi, merasa terkagum dan simpati. Apalagi yang berbicara bukan sembarang ustaz, tapi Wali Kota Padang, kandidat Gubernur Sumbar.

“Para pedagang Pasar Tanah Abang yang asal Minang melihat dan mendengar ceramah Buya juga pada berbisik, kalau beliau jadi Gubernur Sumbar, iyo cocok mah. Kita bantu beliau dengan mengajak dusanak kito di kampung memilih beliau tanggal 9 Desember 2020,” ujar salah satu jamaah ditirukan Edi Sikumbang.

Jubir Mahyeldi-Audy, Mulyadi Muslim mengatakan, tak susah membuat agenda Mahyeldi di manapun berada, bahkan di luar Sumbar sekalipun. Pagi-pagi, pastinya berjamaah Subuh di masjid/mushala. Setelahnya memberikan ceramah agama atau sekadar Kultum saja. Dari sana, akan banyak dialog yang tumbuh dan akan dijawab satu per satu dengan lugas oleh Buya Mahyeldi.

“Setelah Kultum, Buya Mahyeldi akan memilih olahraga dan sarapan di warung biasa atau kaki lima atau pasar. Setelahnya berkeliling pasar atau tempat-tempat keramaian. Sebagai orang yang datang dari bawah, beliau sangat mudah bergaul. Menjadi pemimpin yang mendengar dan mengeksekusi jalan keluarnya adalah ciri khas Mahyeldi sejak lama,” kata Mulyadi Muslim. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional