Close

Bus ALS Tabrak Tebing, 15 Penumpang Luka

ALS hantam tebing di panorama II - posmetroweb

PADANG, METRO
Diduga karena tersesat dan tidak mengetahui arah jalan, bus Antar Lintas Sumatera (ALS) jurusan Medan-Semarang menghantam tebing yang ada di Km 22 Ladang Padi Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Selasa (4/8) sekitar pukul 03.40 WIB kemarin. Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang mengalami luka di bagian kepala dan tangan.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, kecelakaan di pendakian Panorama II tersebut menimpa bus ALS jurusan Medan-Semarang dengan nopol BK 7815 IQ. Setidaknya, 15 dari 50 penumpang bus yang didominasi oleh anak-anak dan orang tua tersebut mengalami luka-luka di bagian kepala dan tangan. Para penumpang yang luka luka tersebut langsung dilarikan ke Semen Padang Hospital untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Menurut penuturan salah seorang pemilik warung di sekitar lokasi kejadian, Rio (34) mengatakan, ketika itu dia sedang asyik di warungnya. Lalu, dia mendengar suara yang keras dan berisik, saat melihat keluar ternyata ada sebuah bus ALS menabrak tebing. Melihat bus tersebut oleng dan hampir tergolek, Rio pun lantas bergegas meminta pertolongan kepada pengendara dan orang lain yang ada di dekatnya.

“Saat mendengar suara dentuman keras tersebut saya langsung ke tempat bus tersebut menghantam tebing. Beberapa orang, pengendara dan saya berusaha menyelematkan korban yang masih ada di dalam bus itu pak,” jelasnya.

Namun, korban kecelakaan tersebut bertambah banyak sehingga Rio pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Lubukkilangan. Tidak berapa lama, petugas dari Polsekta Lubukkilangan membantu mengevakuasi korban yang luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Untung saja tidak ada korban jiwa, juga tidak ada percikan api pak. Hanya ada beberapa orang saja yang terluka,” ucapnya.

Sementara, salah satu penumpang bus ALS Painar (45), warga Lubuk Pakam, Medan mengatakan, saat melaju dia telah memperingati sang sopir bahwa arah jalan yang diambilnya tersebut sudah salah, tapi sang sopir tidak memperdulikannya sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan puluhan penumpang, termasuk ibunya mengalami luka di bagian kepala.

”Saya sudah katakan sama sopirnya kalau jalan yang diambil ini salah. Namun, dia tetap melaju hingga sampai ke Km 23 ini. Saat itulah rem bus tersebut blong dan sopir itu terlihat panik pak. Dia pun membanting stir ke arah kanan sehingga menabrak tebing, kalau dia membanting stir ke arah kiri kami akan masuk jurang sedalam 20 meter dan mungkin tidak selamat pak,” ujarnya.

Terpisah, sopir Bus ALS, Amal Lubis (50), warga Muara Sipongi, Sumatera Utara ketika wawancarai wartawan di RS Semen Padang mengakui kalau dirinya tidak tahu arah. Sopir yang mengalami luka di bagian kepala ini menyebut berangkat dari Medan menuju Semarang melewati Danau Singkarak. Namun, ketika sampai di Kota Solok, dia tersesat hingga sampai di Kota Padang. Nahas, saat melewati kawasan Sitinjau Lauik, bus itu mengalami rem blong.
”Waktu itu memang ada penumpang mengigatkan saya karena salah jalan, tapi dengan yakin saya tetap menjalankan bus tersebut sehingga sampai di Panorama II ini,” ungkapnya.

Saat itulah, si sopir mulai panik, terlebih ketika rem bus tersebut tiba-tiba tidak berfungsi seperti biasanya. Berusaha stabil, si sopir pun masih berusaha mengendalikan bus hingga sampai di Km 22, tepatnya di penurunan Panorama II. Kepanikan pun bertambah saat sopir ini mengetahui kalau jalan tersebut adalah turun tajam dengan banyak belokan.
”Karena terlalu panik, saya pun membanting stir ke arah kanan dan menabrak tebing. Setelah itu saya lihat para penumpang panik, saya pun mulai merasakan pusing. Tapi, saya masih ingat saat itu para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca,” tukasnya.

Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Eko Susanto melalui Kanit Lantas Polsek Lubukkilangan, Iptu Syafar Koto membenarkan tentang kejadian tersebut. Dia mengatakan, ketika mendapatkan informasi dari masyarakat adanya kecelakaan bus yang menabrak tebing, dia pun langsung menuju ke Ladang Padi Panorama II.

Sesampainya di lokasi kejadian, dia melihat para penumpang yang kebanyakan anak-anak dan lansia tersebut menyelamatkan diri mereka masing masing. Petugas langsung melakukan evakuasi dan membawa para korban luka ke rumah sakit terdekat. “Dugaan sementara rem bus ALS tersebut blong,” jelas Syafar.

Dari keterangan sopir bus saat diperiksa, bus tersebut tersesat di Kota Padang karena bus ALS itu dari Medan akan menuju Semarang, Jawa Tengah dan arahnya bukan ke penurunan Sitinjau Lauik, namun kearah Muarolabuah. “Dalam kejadian tersebut 15 penumpang mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Sementara kasus kecelakaan ini langsung diserahkan ke Unit Lakalantas Polresta Padang,” ungkapnya. (age)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top