Menu

Buruh Tani Terkena Kanker Ganas

  Dibaca : 657 kali
Buruh Tani Terkena Kanker Ganas
MULAI DIRAWAT— Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan membawa penderita kanker ganas yang tak berpunya ke RSUD Ahmad Darwis Suliki.

LIMAPULUH KOTA, METRO – Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Ungkapan peribahasa tersebut kiranya patut disematkan kepada, Yusman (60), seorang buruh tani, warga Jorong Kapalo Koto, Nagari Koto Tangah Simalangang, Kecamatan Payakumbuh, Lima Puluh Kota.

Petani itu menderita kanker ganas pada hidung dan pipi sejak dua tahun lalu. Kini, dia tak bisa bergerak dan beraktivitas lagi. Dan terpaksa terbaring lemas di rumahnya tanpa penanganan medis.

Kabar terkait penyakit kronis yang diderita Yusman pada mulanya beredar dari media sosial WhatsApp Garup (WAG) sehingga banyak menyulut keprihatinan masyarakat. Menurut keterangan pihak keluarga, Arina Wilda (42), kepada wartawan, Kamis (18/10) siang, penyakit yang diderita Yusman sudah sejak dua tahun belakangan.

Yusman, menurut ponakanya itu, mulanya merasakan gejala sakit akibat ada pembengkakan seperti benjolan kecil di dalam rongga hidung. “Kira-kira sejak pertengahan 2006 lalu mulai sakit. Mulanya hanya benjolan kecil, tapi lama-kelamaan semakin membesar. Mamak saya, tiap hari mengeluhkan sakitnya itu, hingga menjalar ke beberapa bagian wajah,” sebut Arina.

Beberapa bulan kemudian, pembengkakan di rongga hidung Yusman semakin membesar. Untuk mengobati dan memberikan penanganan medis bagi Yusman, pihak keluarga sempat membawanya ke RSUD Achmad Darwis di Suliki. Itu pun dengan biaya patungan keluarga, mengingat kartu BPJS Yusman kala itu sedang tidak aktif.

Pemerintah Nagari Koto Tangah Simalanggang, bersama usur masyarakat yang peduli telah memberi bantuan alakadarnya, serta mengurus administrasi penjaminan kesehatan untuk meringankan biaya berobat. “Mamak saya, sempat menjalani operasi dua kali, dengan membuang benjolan di dalam hidung dan pipinya. Tapi, setelah dioperasi terjadi lagi pembengkakan, sampai membesar seperti ini,” tuturnya.

Menurut keterangan tim dokter di RSUD Suliki kepada pihak keluarga, Yusman didiagnosa menderita penyakit kanker ganas di rongga hidung dan tulang pipinya. Tim dokter pun menyarankan agar keluarga, merujuk Yusman untuk menjalani pengobatan dan perawatan medis ke RS Unand di Padang atau Rumah Sakit khusus kanker di Jakarta. Pihak rumah sakit beralasan karena peralatan untuk kemotherapi guna mematikan jaringan sel kanker tidak ada di Suliki. Itu pun, pihak keluarga dikabarkan harus menyiapkan uang sekitar Rp70 sampai Rp100 juta.

”Karena ketiadaan biaya sebanyak itu, meskipun kini BPJS Mamak saya sudah aktif, untuk biaya lain seperti akomodasi kami tidak punya. Karena jujur saja, keluarga kami keluarga kurang berpunya. Untuk biaya hidup sehari-hari saja susah, apalagi Mamak saya ini cuma bekerja tani,” ungkap Arina.

Menurut Arina, Yusman di rumah tinggal bersama istrinya Erma Enif (55) yang hanya ibu rumah tangga. Mereka memiliki anak perempuan bernama, Wiwi dan Def. Keduanya pun sudah berkeluarga dan terbilang ‘kurang berada’. Arina berharap, pemerintah daerah atau para dermawan mau membantu meringankan biaya pengobatan Yusman, yang semakin memburuk.

”Atas nama keluarga, saya tentu berharap sekali Pemkab mau membantu pengobatan Mamak saya ini. Dan kepada dermawan untuk sekadar meringankan biaya pengobatan, seandainya Mamak saya dirujuk ke Padang. Kami pihak keluarga sudah pasrah,” tukasnya.

Wabup Bertindak
Kabar itu sontak menyebar di media sosial. Hingga sejumlah komunitas warga yang memiliki kepedulian sosial di WAG berniat menghimpun dana untuk biaya pengobatan Yusman. Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan juga turun tangan.

Menurut keterangan Ferizal di group WhatsAPP yang didalamnya juga beranggotakan wartawan, sejak Rabu (17/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan menghubungi pihak rumah sakit Ahmad Darwis Suliki hingga Dinas Kesehatan.

Hanya saja, jawaban para pejabat di instansi kesehatan tersebut tidak bisa menindaklanjuti membawa pasien, karena alasan tidak bisa ditangani di RSUD. “Tadi malam, saya membawa warga tersebut ke RSUD Ahmad Darwis, dengan mobil ambulans Nagari Batu Bolang. Sekarang sudah ditangani di RSUD,” sebut Ferizal.

Terkait upaya medis dan biaya pengobatan, Ferizal menyebut pihaknya tengah membicarakan dengan Dinas terkait untuk mengupayakan pembiayaan melalui jaminan kesehatan atau jaminan sosial. Ia juga meminta tegas, agar Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan dapat memasilitasi biaya pengobatan bagi Yusman.

“Saya minta Rumah Sakit maupun Dinkes, menindaklanjuti karena ini persoalan kemanusiaan. Saya tak mau dengar alasan apa pun, jangan sampai ada warga kita yang terlantar karena tak punya biaya untuk berobat. Kita kan Kabupaten Sehat dan Ramah Anak. Kalau rumah sakit atau Dinas tak mau mengurusnya, silahkan antarkan pasien tersebut ke rumah dinas wakil bupati,” tutur Ferizal. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional