Menu

Buruh Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah Mencapai 8,7 Juta

  Dibaca : 126 kali
Buruh Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah Mencapai 8,7 Juta
PULANG KERJA— Pekerja saat pulang kerja. Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan pencairan BSU untuk 2021.

JAKARTA, METRO–BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mulai menyerahkan data calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) kepada pemerintah. Pada tahap pertama, 1 juta data telah diberikan untuk dilakukan pengecekan oleh Kementerian Ketena­ga­­kerjaan (Kemenaker).

Menteri Ke­tena­ga­ker­jaan (Menaker) Ida Fau­ziyah mengatakan, serah terima data itu merupakan tanda dimulainya program BSU pada 2021. Nanti data BSU tersebut dicek dan diskrining kembali oleh Kemenaker. Tujuannya, memastikan kesesuaian format data dan meng­hindari duplikasi data. “La­lu, pemadanan dengan da­ta bantuan pemerintah lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring kemarin (30/7).

Ida menyatakan, pi­hak­nya bersama BPJam­sos­tek telah melakukan exercise data calon pene­rima. Etimasinya kini men­capai 8,7 juta pekerja/bu­ruh. Jumlah itu naik sekitar 700 ribu dari target awal sebanyak 8 juta calon pene­rima. “Data sangat dinamis sesuai Permenaker 16/2021,” ungkapnya.

Mekanisme penya­lu­ran BSU tetap sa­ma se­perti tahun lalu. BSU di­salurkan langsung ke re­kening bank para pe­ne­rima bantuan melalui bank-bank milik negara yang terhimpun dalam Himbara. Khusus di Pro­vinsi Aceh, dana BSU disa­lurkan melalui Bank Sya­riah Indonesia (BSI). Bagi penerima bantuan yang belum memiliki reke­ning di bank Himbara, Ke­me­naker akan mem­bu­kakan reke­ning secara kolek­tif. “Agar penyaluran dana bantuan dapat lebih mu­dah, efektif, dan efi­sien,” ungkapnya.

BSU pada 2021, kata Ida, sedikit berbeda de­ngan tahun lalu. Tahun ini BSU diberikan Rp 500 ribu per bulan selama dua bu­lan. Sesuai permenaker, ada syarat pekerja/buruh bisa mendapat BSU. Di antaranya, WNI yang di­buk­tikan dengan NIK, ter­daftar sebagai peserta aktif jaminan sosial tenaga kerja di BPJamsostek yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai dengan Juni 2021.

Bantuan kali ini juga lebih mengutamakan pe­kerja pada sektor industri barang konsumsi, trans­portasi, aneka industri, properti dan realestat, per­da­gangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kese­hatan. BSU juga dipriori­taskan bagi pekerja yang belum menerima program kartu prakerja, program keluarga harapan, atau progam bantuan produktif usaha mikro.

Direktur Utama BPJam­sos­tek Anggoro Eko Cah­yono mengapresiasi peng­gunaan kembali data yang dikelola institusinya untuk BSU. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional