Menu

Bupati tak Mau Dengar IMAPAR Bermalas-malasan

  Dibaca : 291 kali
Bupati tak Mau Dengar IMAPAR Bermalas-malasan
H Ali Mukhni

PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyatakan secara aturan dan istilah dalam Undang-Undang bolehlah disebut pejabat. Namun, dalam pelaksanaan sehari-hari di lingkungan Pemkab Padangpariaman tidak ada istilah pejabat yang ada adalah pelayan masyarakat yang harus melayani masyarakat selama 24 jam sehari tanpa kenal lelah dan mengeluh.

Persoalan tersebut diungkapan Bupati H Ali Mukhni saat silaturahim dan menjadi narasumber dalam kegiatan temu ramah & latihan kepemimpinan dasar Ikatan Mahasiswa Piaman Raya (Imapar) Universitas Negeri Padang, kemarin.

Ali Mukhni terlihat senang berada di tengah tengah pegiat Imapar UNP. Banyak wejangan dan nasehat yang disampaikan pada peserta antara lain memegang teguh dan menjalankan organisasi secara amanah dan penuh tanggung jawab.

Terkait dengan menjalankan amanah dan tanggung jawab, Ali Mukhni mencontohkannya dengan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman yang sejak dia menjadi Bupati telah menyatakan bahwa di Pemkab Padangpariaman tidak ada istilah pejabat yang ada adalah pelayan masyarakat.

Ali Mukhni menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mendengar satu orang masyarakat Padangpariaman pun yang mengeluh atas pelayanan masyarakat.

“Untuk itu saya tidak mau mendengar mahasiswa yang tergabung dalam IMAPAR bermalas-malasan, suka mengeluh dan jenis lainnya. Jaga kebersamaan, persatuan, kekompakan dan jangan terpancing adu domba yang bisa merusak persatuan organisasi,” katanya.

Hidup ini penuh perjuangan, katanya menyambung. Jika bermalas-malasan, mengeluh, mudah putus asa maka apa yang kita cita-citakan untuk masa depan sangat sulit menggapainya.

“Begitu juga saya dalam memimpin Kabupaten Padangpariaman. Banyak halangan, hambatan, rintangan bahkan ancaman. Tidak hanya eksternal juga internal. Namun, dengan kesungguhan dan mengharap ridha Allah semuanya itu dapat diatasi dan dicarikan jalan keluarnya,” katanya lagi.

Sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa, katanya melanjutkan, kuncinya hanya mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, membaca Quran, hormat dan santun kepada kedua orangtua.

“Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam organisasi, pedulilah dengan kampung halaman, lingkungan dan sanak saudara di kampung. Buatlah kegiatan yang sangat berguna bagi masyarakat di kampung. Sebagai contoh mengajak masyarakat melalui wali nagari bergotong royong membersihkan rumput yang tinggi menutupi jalan yang sudah dihotmix,” hemat Ali Mukhni mengakhiri.

Pada pemaparan akhirnya, bupati dua peridoe itu memaparkan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan di Kabupaten Padangpariaman antara lain Poltekpel di Tiram yang ada 3 di Indonesia, MAN Insan Cendekia di Sintoga yang hanya ada 1 di Sumbar, Main Stadion Sumbar di Lubuk Alung, Asrama Embarkasi Haji Sumbar di Sungai Buluah Selatan, Tarok City di 2 x 11 Kayu Tanam dan lainnya.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional