Close

Bupati Suhatri Bur Tanam Pohon di Papua

TANAM POHON—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat menanam pohon di kawasan Reclamation and Biodiversity PTFI Papua.

PDG.PARIAMAN, METRO–Luar biasa, saat pelaksanaan PON di Papua kemarin, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur tanam pohon di kawasan Reclamation and Biodiversity PTFI Papua. Biasanya  pihak PTFI hanya menerima  pejabat negara pusat saja dan para menteri. Kali ini, justru seorang Bupati Pa­dangpariaman Suhatri Bur yang bisa menerobos lokasi itu. Luar biasa..

Dalam kunjungannya ke tanah Papua, Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur menyempatkan diri ke kawasan Reclamation and Biodiversity milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika Papua.

Saat  itulah Bupati Pa­dangpariaman diberi ke­sempatan  untuk mena­nam pohon di kawasan Reclamation and Biodiversity milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di areal Mile 21 yang juga tempat sarana edukasi bagi pelajar maupun mahasiswa.

Reclamation and biodiversity milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di areal Mile 21 menjadi tempat sarana edukasi bagi pelajar maupun mahasiswa. Baik untuk sekedar melihat-lihat maupun untuk keperluan penelitian terkait satwa asli di Timika.

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur disambut hangat oleh Roberth Sarwom selaku General Superintendent Department Environmental PT Freeport Indonesia.

Didampingi oleh Zulhendri selaku ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua yang juga  merupakan Superintendent SRM PTFI, Bupati yang akrab dipanggial Aciak ini  mendapatkan kesempatan sebagai kepala daerah pertama di Indonesia untuk menanam pohon dikawasan ini.

“Biasanya menteri, dan pejabat pejabat pusat saja yang di berikan kesempatan untuk menanam pohon dikawan ini,” kata Roberth.

Lebih lanjut ia juga me­nyebutkan Reclamation and Biodiversity Center PTFI mulai dibangun pada 1995 silam. Mulanya, dibangun sebagai pusat penelitian untuk mengelola dampak lingkungan operasi tambang PT FI. Kini areal ini juga menjadi perkebunan dan perikanan yang layak untuk di konsumsi maupun dibudidaya.

“Semoga pohon yang saya tanam ini menjadi pohon paling subur dan bisa menjadi tempat berlindung dan berteduh bagi siapa saja,” ujar Suhatri Bur. Kegiatan di utup de­ngan makan buah melon bersama yang merupakan hasil petik langsung  budidaya di kawasan ini. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top