Close

Bupati Suhatri Bur Ingatkan Wisudawan Ikut Vaksinasi

HADIRI— Bupati Padangpariaman Suhatri Bur,saat menghadiri wisuda wisuda STKIP Nasional ke-9.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kmarin, hadiri wisuda wisuda STKIP Nasional me-9. Saat itu Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengajak wisu­dawan untuk ikut di vaksin. Semua itu terungkap saat Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mengikuti ra­pat senat terbuka STKIP Nasional wisuda sarjana ang­katan ke 9 Padangpariaman. Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada wisudawan/wisudawati telah menyelesaikan perkuliahan atas nama pemerintah daerah, mudah-mudahan ilmunya bisa diterapkan ditengah-tengah masyarakat.

“Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan selamat dan sukses kepada wisudawan/wisudawati telah menyelesaikan perkuliahan selama 4 tahun, mu­dah-mudahan ilmunya bisa diterapkan ditengah-te­ngah masyarakat,” ujar­nya.

Ia menambahkan wisu­dawan/wisudawati telah membuat sebuah catatan sejarah pendidikan yang mana telah memperoleh gelar sarjana yang sudah diharapkan sejak 4 tahun yang lalu.

“Sebuah catatan sejarah pendidikan bagi Wisudawan/wisudawati yang mana telah mempe­roleh gelar sarjana yang sudah diharapkan sejak 4 tahun yang lalu dan sudah resmi dan sah menyandang gelar sarjana,” terang bupati. Bupati menyebutkan Wisudawan/wisudawati harus menjaga nama baik almamater karena besarnya nama kampus tidak terlepas dari perjuangan dan sumbangsih dari almamaternya.

Suhatri bur berpesan kepada Wisudawan/wisu­dawati agar tidak bisa ha­nya menunggu pekerjaan saja, setelah menerima ijazah untuk dapat mengaplikaskan ilmu-ilmu yang dapat dikampus dengan mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan ker­ja sendiri.

“Yakinkan diri kita untuk bisa bersaing dengan wisudawan lain diera kemajuan teknologi sekarang ini dalam kemajuan industri 4.0, tidak ha­nya mencari pekerjaan tapi berusaha juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan, semua pihak kita harus siap menghadapi kemajuan teknologi termasuk para wisudawan. percayalah saudara bahwa akan tertinggal apabila tidak mengikuti perkem­bangan teknologi yang sudah mengarah kepada 4.0 mari wisudawan me­ngikuti kemajuan teknologi ini, jangan sampai ter­tinggal, semoga wisu­da­wan wisudawati bisa membantu mewujudkan visi misi Padangpariaman berjaya,” ajak Suhatri Bur.

Melihat kondisi pandemi Covid-19 di Padangpariaman yang sekarang kembali ke level 3, Bupati mengingatkan wisudawan/wisudawati bahwa kembali ke level tersebut karena jumlah vaksinasi di Kabupaten Padangpariaman yang rendah untuk itu Suhatri Bur mengajak seluruh masyarakat untuk ikut divaksin.  “Melihat posisi Padangpariaman yang se­karang sudah kembali ke level 3 pandemi covid-19 harus menjadi perhatian kita bersama. Permasalahan tersebut dikarenakan tingkat vaksinasi kita masih rendah, bahkan berada di posisi 2 terbawah se Su­matera Barat,” ujarnya.

Bupati mengajak ma­sya­rakat untuk ikut divak­sin karena hal tersebut tidak lain tidak bukan a­dalah untuk kepentingan masyarakat kita juga, dimana apabila kita masih diposisi rendah tingkat vaksinasinya maka akan berdampak kepada proses belajar mengajar di se­kolah akan kembali pelaksanaannya secara daring. “Kemarin kita sudah mencapai persentase 16,89 %, setiap hari kegiatan vaksinasi dilaksanakan di 25 puskesmas yang mana ditargetkan mencapai 2.000 vaksin perhari untuk itu saya harapkan bantuan seluruh pihak agar daerah  bisa kembali ke level II,” tutup Suhatri Bur

Sekretaris LLDIKTI Wi­layah X Yandri A,  menyampaikan bahwa wisudawan/wisudawati yang baru lulus diharapkan tidak hanya memiliki nilai akademis yang baik, tetapi diharapkan juga memiliki karakter yang berinisiatif, yang bisa menciptakan lapangan ker­ja untuk diri sendiri dan o­rang lain. STKIP Nasional sekarang ini menghasilkan 98 orang lulusan di periode kesembilan wisuda yang dilaksanakan dan telah meng­hasilkan 882 orang lulusan.

Ia berharap STKIP Nasional bisa melahirkan lulusan yang handal dan berkualitas, karena perubahan teknologi ke arah 4.0., negara yang mempunyai inovasi yang sangat besar bukan dinilai dari jumlah penduduknya, oleh karena itu wisudawan/wisudawati harus siapeng­hadapi itu.

Menurutnya di era per­kembangan teknologi yang sekarang ini sudah kita hadapi, jangan terjebak dalam kegiatan-kegiatan rutin, era berbasis digital yang kehadirannya tidak bisa ditolak, karena semuanya sekarang berbasiskan AITI.  “Para lulusan harus memiliki soft skill, apabila tidak ada memiliki itu akan mengakibatkan wisudawan/wisudawati ter­sebut kurang bisa bersaing dengan inovasi yang baik, STKIP Nasional diharapkan untuk dapat me­ningkatkan kualitas,” ujar­nya.

D isisi lain Ketua STKIP Nasional, Dr. Sepniwita menyebutkan bahwa ST­KIP Nasional Padangpariaman yang didirikan pada tanggal 31 Maret 2009 semenjak awal pendiriannya memiliki empat program studi, yakni: Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Prodi Pendidikan Ekonomi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Prodi Pendididkan Kewarganegaraan

Namun sampaikan saat ini Prodi yang aktif menjalankan aktivitas perkuliahan adalah Prodi PGSD dan Prodi PE, sedangkan Prodi BI dan Prodi PKn sampai saat ini belum memiliki mahasiswa. STKIP Nasio­nal pada awalnya melaksanakan pembelajaran pa­da gedung sewaan, tapi mulai semenjak tahun 2013 telah miliki gedung sendiri, dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai.

Menurutnya dalam rapat senat terbuka STKIP Nasional wisuda sarjana angkatan ke-9 Padang­pariaman, 24 Oktober 2021  di Aula Balairung Anai Resort Kayu Tanam tersebut terdiri dari 98 orang lulusan yaitu jurusan Ekonomi sebanyak 11 orang dan jurusan PGSD sebanyak  87 orang. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top