Menu

Bupati Solsel dan Kak Seto Asah Kompetensi Guru

  Dibaca : 148 kali
Bupati Solsel dan Kak Seto Asah Kompetensi Guru
PENGHARGAAN— Bupati Solsel H Muzni Zakaria saat menerima penghargaan dari Ketua KPAI, Seto Mulyadi pada acara Indonesia Milenial Teacher 2019 di Halaman Kantor Bupati Solsel. (ist)

SOLSEL, METRO  – Bupati Solok Selatan (Solsel), H Muzni Zakaria menilai didikan guru jadi cerminan masa depan. Guru menjadi elemen penting bagi kemajuan daerah itu. Semakin tinggi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru, maka kualitas pendidikan suatu bangsa akan semakin maju.

“Kunci keberhasilan masyarakat, adalah adanya SDM yang mumpuni. Sementara untuk mencapai kualitas SDM mumpuni, terletak pada kualitas guru. Ini kuncinya,” ujar Bupati Solsel H Muzni Zakaria saat membuka kegiatan Indonesia Millennial Teacher Festival 2019 di halaman kantor bupati setempat, Kamis (12/9) kemaren.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyorot pengaruh perkembangan teknologi era globalisasi saat ini terhadap perkembangan tumbuh kembang anak. Dimana pemakaian gadget yang berlebihan oleh anak bakal berakibat pada perkembangan diri anak yang kurang baik.

Salah satu peran guru jelas Muzni, mengajar ilmu pengetahuan, keterampilan dan beragam nilai-nilai kehidupan kepada murid-muridnya selaku generasi masa depan. Peran ini akan bermuara pada motivasi dan pembentukan karakter positif bagi anak didik.

“Peran guru sebagai pengajar dan pembimbing merupakan peran untuk membantu anak didik menemukan jati diri. Menggali, menemukan, dan membangkitkan potensi positif yang dimilikinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, dalam membantu tumbuh kembang anak ke arah positif, juga diperlukan perhatian semua pihak, terutama para orang tua. Sekaligus, dirinya turut mengapresiasi Kapolres Solsel AKBP Imam Yulisdianto yang sudah banyak memberi kontribusi membina masyarakat dan generasi milenial di Solsel.

“Semua bisa berperan. Dalam pendidikan guru adalah komponen pentingnya. Namun mendidik di luar kelas dengan keteladanan diperlukan perhatian semua pihak,” sebutnya, yang turut dinobatkan sebagai Tokoh Sahabat Guru dari Kak Seto, pada kegiatan Indonesia Millennial Teacher Festival 2019 tersebut.

Kegiatan Indonesia Millennial Teacher Festival 2019 sendiri merupakan wadah untuk mengembangkan potensi SDM guru-guru di Solsel. Kegiatan ini turut mendatangkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto untuk memberi pengetahuan mendidik yang ramah kepada anak didik.

Bagi guru dalam mendidik anak didik, harus dilakukan dengan merangkul mereka. Pada dasarnya anak-anak cerdas. Semua anak baik, unik dan otentik. Hal itu, harus dipahami oleh guru.

“Semua anak pada dasarnya cerdas. Hargailah setiap anak dengan kecerdasan yang berbeda-beda. Hargai kreatifitas mereka. Kecerdasan intelektual bukanlah segala galanya, tapi banyak kecerdasan lain yang ada pada anak. Seperti kecerdasan moral, kecerdasan bermain musik dan lainnya,” sebut tokoh pemerhati anak Indonesia Seto Mulyadi.

Sedapat mungkin harapnya, guru harus mengenali sifat dan minat anak didik agar dapat memilih cara yang tepat ketika melakukan bimbingan untuk mengembangkan potensi dan minat mereka. Jika tidak mengenal sifat dan minat anak didik guru akan kesulitan dalam menjalankan perannya sebagai pengajar dan pembimbing.

Pada kesempatan itu, Psikolog Anak tersebut juga turut mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak. Stop dan waspada terhadap siber bullying. Di Indonesia katanya, banyak anak-anak setingkat sekolah dasar mengalami bullying. Bahkan, ada salah satu provinsi yang memiliki persentase perilaku bully terhadap anak mencapai 60 – 70 persen.

Menurutnya, kemampuan anak sensitif. Jadi jangan dikembangkan lewat membentak. Jika anak diajar dengan kekerasan maka yang dicontoh anak adalah cara kekerasan itu sendiri. Sehingga tak jarang, hal itu jadi awal banyaknya perilaku kenakalan dilakukan anak. Perilaku menyimpang jadi marak.

“Mari kita peduli kepada tumbuh kembang anak yang baik. Mari ciptakan sekolah dan keluarga ramah anak. Jangan membentak, karena itu salah satu bentuk kekerasan terhadap anak,”katanya.

Dikatakan, batasi anak memakai gadget yang berlebihan. Karena ini akan mempengaruhi perkembangan yang tak baik dalam diri anak. Lalu kurangi dan awasi juga tontonan-tontonan yang berbau kekerasan dan pornografi pada anak.

Saat ini, tayangan media televisi banyak konten yang tidak layak anak. Memperlihatkan beragam tontonan kekerasan. Tayangan televisi saat ini hanya 1 persen memuat konten pendidikan anak, selebihnya berupa iklan 39,74 persen, senitron 30,97 persen dan lainnya.

“Ini akan ada pengaruhnya. Dari 4.500 anak pada 12 kota besar di Indonesia, 97 persen pernah menonton tayangan berbau pornografi. Ini terjadi karena orang tua kurang peduli,” tegasnya.

Ditambahkannya, orang tua dan guru harus menjadi idola bagi anak-anaknya. Belajar yang efektif adalah dalam suasana gembira. Kunci sukses mendidik anak adalah kreatif.

Selain mendatangkan Kak Seto, kegiatan itu turut membawa sang motivator pemegang 3 Lisensi International, Mr. Dedi Vitra Johor. Ribuan peserta guru juga dihibur oleh artis Minang, Kintani Putri Medya.

Pada kegiatan itu, Kak Seto turut memberi pengahargaan kepada Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto dan Ketua Dewan Pendidikan Noviar Dt Rajo Enda. Turut juga dinobatkan Ny Suriati Muzni sebagai Bunda PAUD dan penghargaan kepada empat guru berprestasi di Solsel.

Ikut hadir pada kegiatan itu, Para Asisten, Kadis Pendidikan Zulkarnaini, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Pejabat Kementrian Agama dan ribuan guru se Solsel. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional