Menu

Bupati So­lok Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda Sumbar: Laporan  Dodi Hendra masih Berproses

  Dibaca : 148 kali
Bupati So­lok Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda Sumbar: Laporan  Dodi Hendra masih Berproses
Kombes Pol Satake Bayu Setianto Kabid Humas Polda Sumbar.

PADANG, METRO–Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres­krimsus) Polda Sumbar masih terus memproses laporan Ketua DPRD Kabu­pa­ten Solok, Dodi Hendra terha­dap Bupati So­lok Epyardi Asda terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pen­cemaran nama baik.

Dalam mem­proses laporan itu, penyidik Dit­res­krimsus Polda Sumbar sudah memintai ketera­ngan beberapa orang saksi yang saat ini sudah empat orang. Dua di antaranya, merupakan adimin dari Grup WhatsApp (WAG) Tukang Ota Paten Top 100.

Kabid Humas Polda Sum­bar, Kombes Pol Sa­take Bayu Setianto menga­takan, terkait laporan Dodi Hendra terhadap Epyardi Asda masih terus diproses. Bahkan, penyidik masih akan terus memintai kete­ra­ngan saksi-saksi terkait laporan Ketua DPRD Ka­bupaten Solok tersebut.

“Dalam proses pe­nye­lidikan, penyidik sudah memintai keterangan dari dua orang saksi ter­masuk pelapor dan saksi ahli. Se­lain itu, penyidik juga me­mintai keterangan dari admin WAG yaitu Jasman Rizal dan Khairul Jasmi. Ke depan, masih akan ada lagi saksi-saksi yang akan kita mintai keterangan,” ung­kap Kombes Pol Satake Bayu saat dihubungi warta­wan koran ini, Rabu (25/8).

Menurut Kombes Pol Satake, penyidik saat ini masih terus bekerja secara profesional dan transa­paran. Terkait kapan Bupati Solok dipanggil untuk di­mintai keterangan, Kom­bes Pol Satake mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Dalam hal ini yang dilaporkan Dodi Hendra kan Bupati Solok. Untuk pe­mang­gilannya juga ada proses­nya. Sudah pasti akan di­pang­gil juga untuk dimintai keterangan dan klaridfikasi. Hanya saja jad­wal pemang­gilannya be­lum pasti kapan. Nanti ka­lau jadwalnya su­dah ada, saya informasikan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DP­RD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Di­rektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sum­bar terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik pada Jumat sore (9/7).

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak teri­ma atas postingan Epyardi Asda  di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­tingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra me­ng­ungkapkan, yang dilapor­kannya khusus menyang­kut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ungkap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hen­dra, atas postingan itu, ke­luarganya menjadi down dan mentalnya menjadi ti­dak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Dodi Hendra belum bisa men­jelaskannya seca­ra rinci.

“Untuk lebih spesifik­nya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya selalu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, bermacam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi.

Sementara, Yuta, pe­ngacara Dodi Hendra usai pelaporan mengatakan, laporan tersebut adalah laporan pribadi dari Dodi Hendra bukan lembaga tempatnya bekerja.

“Laporan tersebut ada­lah tentang pencemaran nama baik via video yang beredar di media sosial. Usai laporan ini, kita tunggu putusan penyidik apakah memenuhi kriteria atau tidak,” sebut Yuta. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional