Menu

Bupati Sampaikan Nota Pembahasan APBD Perubahan, PAD Diperkirakan Turun 25,47 Persen

  Dibaca : 125 kali
Bupati Sampaikan Nota Pembahasan APBD Perubahan, PAD Diperkirakan Turun 25,47 Persen
Bupati Sampaikan Nota Pembahasan APBD Perubahan, PAD Diperkirakan Turun 25,47 Persen

TANAHDATAR, METRO
DPRD Tanahdatar menggelar rapat paripurna penyampaian nota pembahasan Bupati terhadap Ranperda tentang perubahan APBD 2020, Selasa (22/9).  Nota  pembahasan itu disampaikan Plt Bupati Tanahdatar Zuldafri Darma yang menyajikan ringkasan perubahan anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan anggaran 2020. Selain itu menyajikan program berdasarkan urusan pemerintahan daerah.

“Ranperda Perubahan APBD 2020 disusun dengan mempedomani dokumen Kebijakan Umum (KU) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah disepakati serta ditanda-tanganinya nota kesepakatan bersama  antara bupati dan DPRD,” ujar Zuldafri.

Sementara itu pendapatan daerah pada Ranperda tentang Perubahan APBD 2020 diperkirakan Rp1.209.740. 221. 247 di mana terjadi penurunan sebesar Rp. 125.783. 910.275, 43 atau 9,42 persen dibandingkan APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.335. 524. 131. 522,43. “Pendapatan daerah sendiri merupakan komponen dalam membiayai pelaksanaan pembangunan daerah, terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan pendapatan daerah lainnya,” ujar Zuldafri lagi.

Dalam rinciannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan Rp122. 967. 860. 890 secara umum terjadi penurunan sebesar 25,47 persen dibandingkan APBD tahun anggaran 2020. Sedangkan dana perimbangan sebesar Rp 892.724. 320. 149 juga terjadi penurunan secara umum sebesar 10,02 persen dibandingkan APBD tahun anggaran 2020.

Hal berbeda terjadi pada pendapatan daerah yang sah dianggarkan sebesar Rp194. 048. 040. 208 mengalami peningkatan sebesar 8,77 persen dibandingkan dengan APBD anggaran 2020 sebesar Rp 178. 405. 051. 000.

Sedangkan anggaran belanja daerah pada Ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp1. 272. 820. 914. 560, 70 terjadi penurunan sebesar 12,73 persen dibandingkan dengan APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.458. 450. 548. 635, 74 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp828. 460. 744. 870,65 dan belanja langsung sebesar Rp444. 360. 169. 690, 05.

Berdasarkan penerimaan pembiayaan berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2019 hasil audit BPK RI terhadap laporan keuangan pemerintah daerah  tahun anggaran 2019 penerimaan pembiayaan sebesar  Rp68.257. 413. 163,70 terjadi penurunan sebesar 44,47 persen dibandingkan APBD 2020 sebesar Rp122.926. 417. 113,31 dan  pada Ranperda tentang perubahan APBD 2020 dianggarkan pengeluaran pembiyaan sebesar Rp5.176. 719. 850. “Kebijakan pembiayaan daerah diarahkan untuk menutup defisit APBD 2020 melalui Silpa 2019 dan penambahan alokasi penyertaan modal kepada Bank Nagari dan PDAM,” ujar Zuldafri. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional