Menu

Bupati Pessel Hendrajoni Resmikan Objek Wisata Batu Kudo

  Dibaca : 314 kali
Bupati Pessel Hendrajoni Resmikan Objek Wisata Batu Kudo
FOTO BERSAMA—Usai meresmikan objek wisata Batu Kudo Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni foto bersama.

PESSEL, METRO
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meresmikan objek wisata Batu Kudo yang pengelolaanya mengintegrasikan pariwisata dengan budidaya ikan air tawar di Nagari Taluk Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas.

“Ya, inovasinya sangat bagus. Selain akan menambah pundi-pundi rupiah bagi pengelola, budidaya ikan air tawar juga bakal menambah daya tarik kunjungan wisatawan ke objek wisata ini,” ujar Bupati Hendrajoni, di sela-sela kunjungan ke Nagari Taluk Tigo Sakato, Kamis (17/9).

Bupati Hendrajoni, meresmikan objek wisata Batu Kudo yang pengelolaannya mengintegrasikan pariwisata dengan budidaya ikan air tawar di Nagari Taluk Tigo Sakato, Kecamatan Batang Kapas.

“Ya, inovasinya sangat bagus. Selain akan menambah pundi-pundi rupiah bagi pengelola, budidaya ikan air tawar juga bakal menambah daya tarik kunjungan wisatawan ke objek wisata ini,” ujar Bupati, Hendrajoni, di sela-sela kunjungan ke Nagari Taluk Tigo Sakato, Kamis (17/9).

Menurutnya, Batu Kudo merupakan objek wisata alam yang menawarkan keindahan aliran anak sungai, air terjun, dan hijaunya hutan beserta satwanya. “Di sini lokasinya asri dan sejuk, jika dikelola dengan maksimal maka saya yakin kunjungan bakal ramai,” ucapnya.

Ia menyebutkan, kawasan Batu Kudo sudah lama dikenal oleh masyarakat sekitar, hanya saja baru dikelola sejak setahun terakhir. Menurut cerita masyarakat setempat, Nama Batu Kudo atau Batu Kuda yang disematkan untuk kawasan tersebut, bermula dari legenda yang hingga kini masih begitu familiar bagi masyarakat di sana.

Diceritakan Hendrajoni, bahwa legenda bermula ketika salah seorang warga yang bernama Malin Deman ingin membuka areal berladang di kawasan yang saat ini dijadikan objek wisata. Karena gerah dan kebetulan terdapat aliran anak sungai yang segar, ia pun berniat untuk mandi sejenak.

Ketika sedang mandi, samar-sama ia mendengar ada suara beberapa anak gadis yang juga sepertinya sedang mandi, dan diperkirakan tidak jauh dari lokasinya. Karena kondisi hutan yang masih lebat, ia seakan tidak percaya adanya anak gadis yang mandi di sana, akhirnya ia memberanikan diri melihat secara langsung.

Dilanjutkan, setelah dilihat ternyata tidak sesuai dengan perkiraan, mereka bukanlah anak gadis namun bidadari yang sengaja turun dari kahyangan untuk mandi di lokasi. Karena mereka berjumlah tujuh, akhirnya Malin Deman mengambil salah satu baju dari mereka. Para bidadari selesai mandi, mereka pun terbang menuju kahyangan, namun salah seorang dari mereka tetap tinggal karena kehilangan baju.

Akhirnya bidadari mendatangi perkampungan sekitar dan berjanji akan menikah dengan siapapun yang menemukan bajunya yang hilang. Singkat cerita, akhirnya bidadari tersebut menikah dengan Malin Deman dan memiliki satu orang anak. Pada satu kesempatan ia akhirnya mendapatkan bajunya yang selama ini disimpan dengan rapi oleh suaminya.

Tak lama berselang, kata Hendrajoni, . ia langsung menuju anak sungai yang dulunya merupakan lokasi pemandian dan teman-temannya dari kahyangan. Mendengar informasi tersebut, Malin Deman segera mengejar sang istri, agar cepat sampai ia pun menunggangi seekor kuda.

Sesampainya Malin Deman di lokasi, bidadari ternyata sudah bersiap untuk terbang ke kahyangan, karena jaraknya dengan Malin Deman sudah dekat sang bidadari akhirnya mengutuk kuda tunggangan Malin Deman sehingga menjadi batu.

“Hingga saat ini, batu yang menyerupai kuda masih bisa dijumpai di lokasi tersebut, hanya saja kepalanya sudah tidak ada, sesuai informasi dari masyarakat sekitar hilangnya kepala kuda akibat dihantam aliran anak sungai,” kenang Hendrajoni.

Peresmian objek wisata Batu Kudo juga dihadiri anggota DPR RI Lisda Hendrajoni yang juga selaku Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Forkopimca, perangkat nagari, dan sejumlah pejabat Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta tokoh masyarakat setempat.( rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional