Menu

Bupati Pasaman Barat Ajak Masyarakat Ikut Asuransi Ketenagakerjaan

  Dibaca : 55 kali
Bupati Pasaman Barat Ajak Masyarakat Ikut Asuransi Ketenagakerjaan
TUTUP--Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat penutupan Silek Arts Festival (SAF) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2021, di Balerong Kabupaten Pasaman Barat, Selasa malam (31/8).

PASBAR,METRO–Bupati  Pasaman Barat (Pasbar), H. Ham­suardi, mengajak masyarakat ikut program asuransi ketenagakerjaan karena bisa sa­ngat bermanfaat ketika terjadi kecelakaan kerja atau bencana lainnya. ”Bencana atau musibah tidak bisa kita prediksi kapan terja­dinya. Masyarakat diha­rapkan ikut program itu karena preminya hanya Rp­16.800/ bulan,” kata Ham­suardi kemarin.

Ia mengatakan manfaat program ketenagakerjaan memang tidak terasa dengan cepat tetapi ketika ada musibah maka akan sangat terasa manfaatnya. ”Kematian, kecelakaan dan musibah lainnya tidak bisa diprediksi. Lebih baik ikut program ketenagakerjaan karena bisa diklaim melalui santunan,” katanya.

Menurutnya sebagai contoh beberapa hari yang lalu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ke­tena­gakerjaan Pasaman Barat menyerahkan santunan kematian kepada dua orang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan Emi Hayati dan Yuliarti.

Santunan kematian itu diserahkan langsung oleh Bupati Pasbar, Hamsuardi didampingi oleh Kepala BPJS ketenagakerjaan Pasbar, Eddy Febry.

Santunan kematian yang diberikan itu senilai Rp42 juta yang terdiri dari santunan kematian Rp20 juta, santunan berkala Rp­12 juta, biaya pemakaman Rp10 juta. ”Itu contoh yang besar manfaatnya bagi ahli waris. Apalagi premi­nya hanya Rp16.800/bulan bagi peserta tenaga kerja yang ikut program tersebut,” katanya.

Ia berharap, masya­rakat Pasbar, yang sudah bekerja bisa ikut dalam program asuransi ketenagakerjaan ini, karena ke­celakaan kerja atau mu­sibah bisa saja terjadi kapan pun.

Sementara Kepala BP­JS ketenagakerjaan Pasbar, Eddy Febry menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pasbar, yang telah mendukung kegiatan itu. Ia menyebutkan bahwa santunan tersebut diberikan setelah dua minggu peserta BPJS ketenagakerjaan meninggal dunia. ”Kita menyerahkan santunan kematian kepada dua orang ahli waris peserta BPJS ketenagakerjaan yang s­u­a­minya meninggal dua minggu yang lalu. Dua penerima ini suaminya bekerja seba­gai pekerja bengkel las dan bengkel motor,” katanya.

Ia menambahkan di Pasbar, saat ini sebanyak 15 ribu peserta asuransi ketenagakerjaan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Diantaranya ada yang bekerja di perusahaan dan ada yang bekerja secara mandiri atau perorangan. ”Jadi, kelebihan ikut asuransi ketenagakerjaan ini antara lain yaitu memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dari resiko sosial, seperti kematian, kecelakaan kerja. Peserta sudah bisa menda­patkan asuransi walaupun baru satu hari ikut sebagai peserta,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Program asuransi BPJS ketenagakerjaan ada empat yakni, jaminan ke­celakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiunan.

Dalam kesempatan itu, dua ahli waris yang mene­rima asuransi adalah Emi Hayati dan Yuliarti. Dibalik duka yang mendalam me­reka masih menerima santunan dari BPJS ketenagakerjaan. ”Suami saya sebelumnya sudah ikut asuransi ini. ketika meninggal dunia saya dan anak saya masih menerima santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-muda­han ini bisa meringankan beban kami. Harapan kami semoga masyarakat Pasaman Barat banyak yang ikut asuransi ini,” Emi Ha­yati. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional