Close

Bupati Padangpariaman Akui Terkendala Vaksinasi Tingkat SMA, Izin Disdik, Gubernur dan Ortu tak Dikontongi

ACARA—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi Kadis Kesehatan dan Asisten I saat acara berlangsung.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur  kemarin mengikuti rapat percepatan penanganan Covid-19 bersama gubernur dan 18 bupati dan walikota se Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi mengatakan kasus positif di Sumatera Barat sekarang telah me­nga­lami penurunan dimana statusnya telah menjadi penurunan sembuh me­ningkat dan kematian me­nurun ini merupakan per­kembangan yang positif untuk Sumatra Barat.

“Meskipun saat ini per­kembangan kasus positif melandai namun kita tidak boleh lengah dalam menghadapi Covid-19 ini, bebe­rapa hal yang harus digencarkan saat ini yakninya terus terapkan protokol kesehatan secara ketat, maksimalkan vaksinasi dan ikuti adaptasi kebiasaan baru,” ungkap Mah­yeldi

Sementara, Bupati Pa­dangpariaman Suhatri Bur mengatakan Kabupaten Padangpariaman telah me­ngadakan beberapa gebyar vaksin masal baik itu untuk pelajar juga masyarakat yang dilakukan bekerja sama dengan TNI/Polri, BIN juga melibatkan tokoh agama.

“Saat ini dari 333.732 target sasaran, pencapai­an target vaksinasi di Pa­dang­pariaman baru 10,76 persen dengan jumlah yang sudah divaksin 35.600, yang terbagi atas ASN, pelajar juga masyarakat,” ujarnya.

Namun katanya, dalam pelaksanaan vaksinasi per­masalahan dan kendala yang ditemui yakninya untuk pelajar tingkat SMA dan SMK agak kesulitan, karena mereka menanyakan surat dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat dan surat dari gubernur serta tidak adanya izin dari orang tua.

Ia juga menambahkan saat ini tengah melibatkan jajaran Kementerian Agama untuk melaksanakan vaksinasi di MAN,MTsN, juga di pesantren dimana ketika petugas datang de­ng­an alasan persoalan surat dari jajarannya

“Untuk pelaksanaan vaksin pada tingkat SMP terus kami lakukan dan tidak begitu ditemui permasalan yang berarti, kami juga terus mensosialisasikan terkait vaksinasi pada setiap pertemuan dan vak­sin masal di 25 puskesmas. Kita juga menangkal berita hoax terkait vaksin,” tu­tupnya mengakhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top