Close

Bupati Limapuluhkota Launching, 1 Nagari 1 Rumah Tahfiz dan Pemakaian Baju Kurung Basiba Bagi ASN

Momentum Peringatan Tahun Baru Islam 1444 H tingkat Kabupaten Limapuluh Kota dihiasi dengan mengapungkan program terobosan sarat nilai-nilai Islami.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Momentum Peringatan Tahun Baru Islam 1444 H tingkat Kabupaten Limapuluh Kota dihiasi dengan me­ngapungkan program terobosan sarat nilai-nilai Islami. Diantaranya, peresmian laun­ching Program Satu Nagari Satu Rumah Tahfiz, Pemakaian Baju Kurung Basiba serta Tabligh Akbar.  Kegiatan ini sekaligus m­e­ngisyaratkan konsistensi perwujudan visi dan misi dae­rah terutama menyiapkan sumber daya manusia yang berbudaya, berdaya saing berlandaskan keimanan.

”Momentum peringatan 01 Muharram 1444, kita jadikan untuk memperkuat te­kad kita menyiapkan sumberdaya manusia yang berbudaya dan Qur’ani,” ujar Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo da­lam sambutannya pada Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah Ting­kat Kabupaten Limapuluh Kota di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, di Sarilamak, Rabu (3/8).

Kegiatan yang dibesut Pemerintah Kabupaten Lima­puluh Kota bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Limapuluh Kota,  di­tandai dengan penandata­nganan Kesepakatan Kerja­sama antara Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kantor Kementerian Agama Limapuluh Kota.  Diantaranya, pembinaan pesantren dan pengaturan per­nikahan usia dini.  Serta peluncuran Aplikasi e-K­e­pen­dudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Limapuluh Kota. Sementara tausiah Tabligh Akbar 1 Muharram 1444 H disampaikan oleh Ustadz Alizar Chan.

Tampak hadir di acara ini Ketua DPRD Deni Asra, Sekretaris Daerah Widya Putra, unsur-unsur Forkopimda, KakanKemenag Irwan, Ke­tua MUI, Ketua LKAAM, kepala-kepala perangkat daer­ah lingkup Pemkab Limapuluh Kota , Kepala KUA dan Wali Nagari se-Kabupaten LimapuluhKota.
Lebih lanjut dalam sambutannya Bupati Safaruddin mengatakan launching “Satu Nagari Satu Rumah Tahfiz” serta pemakaian “Baju Kurung Basiba” pada hari besar keagamaan Islam dan setiap Kamis merupakan implementasi dari visi dan misi daerah. Menyoal tentang program unggulan rumah tahfiz, kata Bupati Safaruddin, adalah ikhtiar untuk menyiapkan generasi penghafal Al Qur’an di masa mendatang. “Jika setiap rumah tahfiz di nagari selama dua tahun menghasilkan 10 lulusan kita bakal punya 1.580 hafiz dan hafizah, maka  kita memiliki imam salat jemaah yang fasih bacaan Al Qur’an nya dan kader-kader Ustadz,” terang Bupati Safaruddin.

Sementara itu, Ketua DPRD Deni Asra meng­ung­kapkan pihaknya mendukung program “Satu Nagari Satu Rumah Tahfiz” yang dikemas oleh pemerintah daerah. Program ini merupakan jawaban terhadap kebutuhan generasi muda yang Qur’ani sekaligus menangkal ekses negatif dari kemajuan teknologi digital dan ancaman narkoba.

“Satu Nagari Satu Rumah Tahfiz”, sudah menjadi ke­sepakatan Pemerintahan Daerah Limapuluh Kota, tertuang dalam RPJMD, kita dukung termasuk dalam pe­nganggaran nantinya,” ujar Ketua DPRD Deni Asra. Dia berharap program rumah tahfiz bisa berjalan yang ditandai dengan keikusertaan generasi muda di nagari sebagai peserta program penghafal Al Qur’an. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top