Menu

Bupati Dukung Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana di Limapuluh Kota

  Dibaca : 49 kali
Bupati Dukung Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana di Limapuluh Kota
RAPAT— Bupati Limapuluh Kota, Safarudin dt. Bandaro Rajo saat pimpin rapat, kemarin.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bupati Limapuluh Kota, Safarudin dt. Bandaro Rajo mendukung penuh rencana Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) setempat untuk membentuk Forum Pe­ngu­rangan Resiko Bencana (F-PRB) yang melibatkan berbagai unsur/organisasi kema­sya­rakatan yang ada di daerah itu.

Dukungan terhadap pem­bentukan F-PRB di daerah yang berbatasan dengan Provinsi Riau tersebut karena daerah dengan 13 Kecamatan tersebut merupakan salah satu Kabu­paten di Sumatera Barat yang rawan terhadap berbagai ben­cana, baik bencana Banjir, longsor, puting beliung, keb­akaran hutan dan lahan/Kar­hutla maupun bencana lainnya.

Menurut Bupati melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabu­paten Limapuluh Kota, H Joni Amir, F-PRB merupakan wadah yang sangat dibutuhkan, ka­rena bentuk penjabaran dari Undang-undang Nomor 24 ta­hun 2007 tentang Penang­gu­langan Bencana, dimana hal tersebut tidak saja menjadi tanggung jawab Pemerintah (Pemerintah Daerah.red) na­mun juga menjadi tugas ber­sama.

“Pasca Pelatihan Pengu­rangan Resiko Bencana yang diikuti belasan perwakilan Or­ga­nisasi Masyarakat di Kabu­paten Limapuluh Kota di gelar di Kota Padang oleh BPBD Pro­vinsi Sumbar, kita (BP­BD.­red) telah melaporkan hasil tersebut kepada kepala Da­erah, dan Alhamdulillah kepala daerah kita mendukung,” se­but Joni Amir didampingi Sekre­taris BPBD Kabupaten Lima­puluh Kota, Roni M. Nur, Jumat (4/6).

Mantan Kabag Humas Pem­­kab Limapuluh Kota itu juga menambahkan, nantinya peran F-PRB tidak melakukan kegiatan secara Tekhnis, na­mun lebih kepada Kegiatan Edukasi/pen­di­dikan, pemikiran terhadap u­paya-upaya dalam Pengu­ra­ngan Resiko Bencana di dae­rah.

“Untuk Forum yang akan kita bentuk ini akan melibatkan banyak organisasi yang peduli tentang kebencanaan. Lem­baga ini (F-PRB.red) nantinya tidak turun langsung ke lokasi bencana, namun lebih kepada edukasi dan memberikan pemi­kiran dan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut peduli dalam mengurangi resiko ben­cana. Namun untuk aksi ke lapangan saat terjadi bencana tentu mereka tetap turun kela­pangam sesuai organisasi masing-masing,” jelasnya.

Sementara terkait langkah pembentukan F-PRB di Kabu­paten Limapuluh Kota, BPBD juga telah menggelar per­temuan dengan sejumlah per­wa­kilan organisasi masyarakat termasuk mereka yang telah mengikuti pelatihan di Kota Padang untuk merealisasikan keberadaan F-PRB.

“Pagi ini kita kembali ber­kum­pul bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Limapuluh Kota, dan mereka sepakat untuk segera membentuk F-PRB. Hasilnya Tim Formatur se­pakat untuk segera mewu­judkan kepengurusan,” ucap Joni Amir. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional