Menu

Bupati Bertemu dengan Sejumlah Menteri, Majukan UKM dan Bangun Pasar Nelayan

  Dibaca : 118 kali
Bupati Bertemu dengan Sejumlah Menteri, Majukan UKM dan Bangun Pasar Nelayan
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur serahkan proposal kepada Menteri KKP.

DALAM memajukan Kabupaten Padangpariaman, kemarin, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur terus bergerak cepat seperti melakukan pertemuan dengan Mentri Koperasi dan UKM serta Menteri Kelautan dan Perikanan Repoblik Indoenesia.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Padangpariaman Suhatri Bur sampaikan proposal dengan berbagai jenis program untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Padangpariaman dalam segala bidang.

Mulai dari mengusulkan pembangunan pasar ikan higienis, ikan yang steril untuk dikonsumsi masyarakat kecamatan diusulkan pasar Ketaping, Gasan, Simpang Barebeh Sungai Limau.

Mengusulkan Coolbox (Pendingin Ikan) untuk nelayan dan pedagang sehingga ikan hasiil tangkapan steril dari dalam kapal ke pedagang sampai ke konsumen, mengusulkan Desa Budidaya Gurami di Lubuk Pandan dan Desa Budidaya Lele di Air Tajun Lubuk Alung.

Mengusulkan kapal viber serta mesin dan juga alat tangkap nelayan, karena kapal yang ada masih dari kayu dan sudah mulai lapuk, jika dari viber lebih ringan digunakan. Mengusulkan bantuan sarana dan prasarana pengolahan ikan, contoh oven untuk pengasapan lele.

Kemudian Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat bersama Menteri Koperasi dan UKM mengucapkan terimakasih kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerima kunjungannya. “Tinggi harapan kepada menteri untuk memberikan dukungan dalam membangkitkan UMKM yang ada salah satunya membangun fasilitas untuk kebutuhan pelaku UMKM salah satu contohnya yakni tempat untuk menjalankan usaha juga tempat untuk memperlihatkan hasil produksi,” ujar Suhatri Bur.

Apalagi katanya, Padangpariaman tidak memiliki begitu banyak koperasi yang lahir dari kelompok, seperti kelompok tani, namun dengan adanya pandemi Covid-19 banyak koperasi yang kena imbas. Sehingga banyak koperasi yang tidak jalan hal ini disebakan, karena kegiatan yang terbatas, pertemuan yang dibatasi dan koperasi tidak bisa memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Suhatri Bur berharap agar menteri dapat memperhatikan secara khusus, karena Padangpariaman merupakan daerah yang belum tinggi pertumbuhan ekonominya tetapi untuk persoalan IPM dan PDRB tidak sebanding dengan income per kapita. “PRB memang tinggi karena di Padangpariaman ada bandara, tetapi jika dilihat dari income per kapita Padangpariaman sangat jauh dari kabupaten/kota yang lain,” katanya. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional