Menu

Bupati Bertakziah ke Rumah Petani Korban Tersambar Petir

  Dibaca : 125 kali
Bupati Bertakziah ke Rumah Petani Korban Tersambar Petir
DOA— Sebelum jasad dikebumikan, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi memanjatkan doa untuk korban.

LIMAPULUH KOTA, METRO – Usai menerima kabar bahwa salah seorang warganya meninggal dunia akibat tersambar petir, Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi didamping beberapa kelapa OPD di Lingkungan Pemkab Limapuluh Kota langsung bertakziah ke kediaman almarhum Fuaddi, warga Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Rabu (7/11).

Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum Fuaddi, yang diketahui pada hari Selasa (6/11) sore meninggal dunia akibat tersambar petir saat pergi bekerja memanen padi di sawah.

“Kami datang untuk menyampaikan rasa duka cita atas kepergian almarhum Fuaddi, semoga beliau husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar menjalani cobaan ini,” sebut orang nomor satu di Luak Nan Bungsu itu.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakatnya untuk lebih waspada dalam melaksanakan aktifitas ketika kondisi cuaca sedang tidak baik, mengingat beberapa waktu ini cuaca yang tidak bersahabat di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Mengingat cuaca yang sangat ekstrim beberapa waktu ini didaerah kita, saya menghimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitas diluar rumah, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan lebih baik jangan beraktifitas dulu,” sambungnya.

Sementara itu salah seorang saksi, Ar (60) yang sekaligus pemilik sawah mengatakan pada hari Selasa (6/11) sore pukul 15.00, ia beserta 11 orang lainnya termasuk Fuaddi melakukan aktifitas memanen padi disawah miliknya.

Ia mengatakan ketika asik melakukan panen tiba-tiba saja cuaca didaerahnya berobah dan seketika turun hujan sehingga 12 warga itu memutuskan untuk berteduh disebuah pondok yang terletak di tengah sawah milik Ar tersebut.

”Ketika kami sedang berteduh di pondok tiba-tiba petir menyambar, seketika terlihat seperti kilauan cahaya putih dan suara yang amat keras pada saat itu, dan ketika saya sadar, saya melihat ada 4 orang diantara kami jatuh terpisah dan tidak sadarkan diri,” ungkapan Ar.

Diketahui empat orang warga tersebut bernama, Mudahar DT Rajo Pangulu(76), Natar (60), Fuaddi (60), dan Basri (60), namun sayang pada saat itu Fuaddi meninggal ditempat dengan seketika. Sementara 3 korban lainnya selamat dari musibah itu dan sudah dilarikan ke rumah sakit Adnan WD PPayakumbuh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional