Menu

Bupati Agam Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Anggaran 2020, Belanja Daerah Terealisasi 93,59 Persen

  Dibaca : 56 kali
Bupati Agam Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Anggaran 2020, Belanja Daerah Terealisasi 93,59 Persen
PIMPIN— Wakil Ketua DPRD Agam Suharman memimpin sidang Paripurna Nota Pengantar Ranperda tentang Pertanggung jawaban Pelaksaan anggaran tahun 2020.

AGAM,METRO–Bupati Agam yang diwakili Wakil Bupati Irwan Fikri sampaikan Nota Pengantar Rancangan Peranturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Agam tentang Pertanggung jawaban pelaksaan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah Kabupaten Agam tahun Anggaran dalam Sidang Paripurna di Aula Utama DPRD Agam, Senin (7/6).

Rapat Paripuran yang dipimpin secara langsung Wakil Ketua Suharman dan di hadiri Wakil Bupati Agam Iwan Fikri,Wakil Ketua DPRD Marga Indra Putra dan Irfan Amran, For­kopimda dan seluruh anggota DPRD Agam

Dalam Penyampain ter­sebut Wakil Bupati Agam Irwan Fikri menuturkan, dalam memenuhi ketentuan konstitusi pengelolan keuangan derah, khususnya Permen No.12/2019 tentan Pengelolan Keuangan Daerah Pasal 194 ayat (1) yang mengamanatkan bah­wa ” Kepala daerah menyapaikan rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksaan APBD kepada DPRD dengan lampiran laporan keuangan yang telah diperiksa BPK paling lamat 6 bulan setelah anggaran berakhir,” kata Irwan.

Kemudian tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua daerah di Indonesia karena datangnya bencana non alam Pandemi Covid-19 yang mempegaruhi seluruh sendi kehidupan termasuk keuangan negara dan ke­uangan Daerah

“Namun kondisi demikian tidak menyurutkan semangat dan tekad kita untuk melakukan pengelolan keuangan daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dan alhamdulilah, berkat komitmen dan kerjasama semua pihak, maka kita kembali memperoleh WTP dari BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Daerah tahun 2020 yang ke tujuh kali

Irwan menuturkan, me­lalui nota pengatar ini, menyampaikan gambaran umum atas laporan pertanggungjawaban pelaksaan anggaran pendapatan dan belanja Daerah tahun 2020. Selama tahun anggaran 2020, Pendapatan Daerah dapat direalisasikan sebesar 98,92  persen  dari target Rp.1.380. 837.821. 331,84 yang bersumber dari PAD, pendapatan transfer dan lain-lainya.

Sedangkan belanja da­erah direalisasikan sebesar 93,59 persen dari rencana Rp1.446.831.148.317,41 yang digunakan untuk belanja operasi, kegiatan rutin Pemda. Kedua untuk be­lanja Modal, ketiga untuk be­lanja tidak terduga,ke em­pat untuk belanja transfer. Selanjutnya realiasasi pembiayaan, khususnya pe­ne­rimaan pembiayaan yang direncanakan dari Silpa ta­hun lalu sebesar Rp.65.993. 326.985,58 terealisasi 100 persen.

Irwan Fikri melanjutakn untuk nilai Aset per 31 Desember 2020 berjumlah Rp.2.020.234.203.340,75 me­ngalami penurunan jika dibandinhkan dengan ta­hun sebelumnuya sebesar 1,19 persen.

Di samping itu kewajiban Pemkab Agam Agam per 31 Desember 2020 hanya berupa kewajiban jangka pendek yang akan bisa dibayar dalam waktu 12 bulan setelah pelaporan berjumlah Rp.43.250.092. 974,63, yang terdiri dari hutang penerimaan pihak ketiga berupa iyuran wajib pegawai yaitu iyuran BPJS, PT.Taspen dan pajak pengasilan

“Pengeluaran atau belanja selama tahun 2020 tidak melalui kas umum daerah di kelompokan ke dalam empat aktifikas yai­tu aktifikas operasi, aktifitasinvestasi, aktifitaspendanaan dan aktifitas tran­sitoris,”ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Suharman mengatakan, dewan mengucapkan selamat kepada pemkab atas pres­tasi yang telah dicapai, terhadap laporan kinerja yang diperiksa BPK dengan pre­dikat Wajar Tanpa pengecualian (WTP) yang ke 7 kalinya.

Kemudian sebagaimana diamatkan dalam Permen No.12/2019 tentang Pengelolan Keuangan Da­erah Pasal 194 ayat satu menyatakan kepada daerah menyampaikan Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksaan APBD kepada DPRD dengan dilampirkan laporan keuangan yang telah diperiksa BPK paling lamat 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir katanya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional