Close

Buntut  Tewasnya Seorang Nakes dalam Jurang, Senator Hasan Basri Kutuk Keras Kebrutalan KKB

impinan PURT DPD RI Hasan Basri menyampaikan duka cita atas gugurnya tenaga kesehatan (nakes) Gabriela Meilan akibat penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua.

JAKARTA, METRO–Pimpinan PURT DPD RI Hasan Basri menyam­pai­kan duka cita atas gugur­nya tenaga kesehatan (na­kes) Gabriela Meilan akibat penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pe­ngu­nungan Bintang, Pa­pua.

Gabriela yang berusia 22 tahun ditemukan me­ninggal dunia di sebuah ju­rang bersama rekan se­sama nakes, Kristina Sam­pe Tonapa yang berhasil selamat. Perawat Kristina Sampe Tonapa ditemukan dengan kondisi luka tusuk dan memar di sekujur tu­buh­nya.

Keduanya sempat di­nya­takan hilang seusai tindakan brutal KKB pada 13 September lalu “Du­kacita mendalam saya ucap­kan atas gugurnya tenaga kesehatan kita, saudari Gabriela Meilan akibat aksi kejam yang dilakukan kelompok teroris di Papua,” kata Hasan Bas­ri, di Jakarta, Jumat (17/9).

Hasan Basri mengutuk keras aksi kejam yang dilakukan KKB hingga me­nye­babkan banyak korban jiwa berjatuhan.

 “Di saat para nakes ini membaktikan masa mu­danya untuk mengabdi ke­pada masyarakat, me­nga­b­di kepada kemanu­siaan, mereka malah terluka dan kehilangan nyawa akibat tindakan tidak manusiawi KKB,” ucap Senator asal Kalimantan Utara itu. Ang­gota Komite III DPD ini juga memberikan penghor­matan yang tinggi untuk para nakes yang menjadi korban aksi teror KKB di Papua, khususnya Ga­briela.

Dia meminta pemerin­tah setempat memberikan penghargaan atas jasa-jasa Gabriela.

“Saudari Gabriela mem­­­­baktikan diri untuk ke­­pen­tingan kema­nu­sia­an, hingga di peng­hujung usia­nya. Negara harus mem­berikan tempat ter­baik bagi nakes yang telah ber­juang di garda ter­de­pan se­­bagai pelayanan ke­se­ha­tan masyarakat dan ber­korban nyawa de­mi me­ngemban amanat pro­fesi­nya,” tegas Hasan Basri.

Lebih lanjut dia me­nyam­paikan, nakes meru­pakan garda terdepan da­lam menjamin pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga keselamatan me­reka menjadi hal yang uta­ma.

“Terlebih lagi Indonesia masih berperang mela­wan pandemi Covid-19, peran nakes sangat krusial. Saudari Gabriela salah satu tenaga medis yang telah berdedikasi berjuang sekuat tenaga dalam rang­ka menangani virus corona ini,” kata Hasan Basri.

Penyerangan di Distrik Kiwirok dilaporkan dila­kukan KKB dengan cara me­nyerang dan mem­ba­kar sarana-prasarana ser­ta fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah, pa­sar, kantor Bank Papua hingga perumahan guru dan te­naga medis. Saat kejadian, para tenaga ke­se­hatan berpencar untuk menye­la­matkan diri. Se­banyak 8 orang nakes di­laporkan berhasil selamat dengan lari ke pos TNI Kiwirok, meski beberapa di anta­ranya mengalami luka-luka akibat ke­ke­rasan yang dilakukan KKB. Na­mun ti­dak semua nakes bisa me­nye­la­matkan diri, karena ada beberapa yang dinya­takan hilang.

Sebelum penemuan kor­ban hari ini, aparat ga­bungan juga berhasil me­nemukan 2 tenaga medis korban kekerasan KKB pa­da Rabu (15/9).

Saat ini, TNI/Polri masih terus melakukan penge­jaran terhadap teroris KKB yang melarikan diri usai melakukan aksi pem­ba­karan di Kiwirok. Hasan Basri meminta aparat terus mengejar para pelaku ke­ke­jaman ini.

“Kami harapkan TNI/Polri menindak tegas para pelaku, sesuai tuntutan moral dan ketentuan hu­kum yang berlaku,” tegas­nya.

Hasan Basri juga me­minta pemerintah serius dalam menanggulangi ak­si-aksi terorisme di Papua yang sudah sangat mere­sahkan dan banyak me­makan korban jiwa. Terle­bih provinsi tersebut se­bentar lagi akan menjadi tuan rumah Pekan Olah­raga Nasional (PON) XX. “Aparat negara harus se­gera memberantas KKB ini demi mengamankan dan melindungi segenap rakyat Indonesia,” pungkasnya. (mrk/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top