Close

Buntut Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa, 5 Personel Polda Sumbar Diperiksa Propam Polri, Berpangkat Pamen, Pama hingga Bintara

Kombes Pol Dwi Sulistyawan Kabid Humas Polda Sumbar

PADANG, METRO–Ditangkapnya man­tan Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Mina­hasa yang menjadi Po­lisi terkaya di Indonesia dan mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawira Negara terkait kasus penyelewengan barang bukti sabu hasil tangkapan sebanyak 5 Kg, ternyata berbuntut panjang.

Pasalnya, lima orang personel Polda Sumbar dikabarkan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri se­bagai saksi. Kelima personel itu diketahui berpangkat Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama) hingga Bintara.

Ikhwal pemanggilan dan pemeriksaan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan. Menurutnya, kelima saksi tersebut telah dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Mabes Polri di Jakarta di hari yang berbeda.

“Dua orang diperiksa pada hari Senin ini (kemarin-red), serta tiga lagi dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada hari selasa. Kelimanya diminta untuk memberikan keterangan dalam dugaan pelanggaran kode etik Mantan Ka­polda Sumbar Irjen Teddy Minahasa Putra,” ungkap Kombes Pol Dwi Sulis­tyawan, Senin (17/10).

Dijelaskan Kombes Pol Dwi, kelima personel berpangkat Kompol, AKP, Iptu hingga Brigadir yang diperiksa oleh Div Propam Mabes Polri merupakan para personel yang masih bertugas dalam pengung­kapan kasus 41,4 Kg sabu di Polres Bukittinggi pada Bulan Mei lalu.

Para saksi yang diperiksa yakni Kompol Sukur Hendry Saputra, mantan Wakapolres Bukittinggi yang saat ini menjabat sebagai Kasi BPKB Sibsditregident Ditlantas Polda Sumbar, Brigadir Heru Pra­yetno menjabat sebagai Banit II Satresnarkoba Polres Bukittinggi.

Saksi lainnya yaitu Iptu Joni menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Bukittinggi, AKP Aleyxi Aubedillah, mantan Kasatresnarkoba Polres Bukittingi yang saat ini menjabat sebagai Kasatnarkoba Polres Agam. Saksi terakhir Iptu Ekmarlidon yang menjabat sebagai Kasi Propam Polres Bukittinggi Polda Sumbar.

“Pemanggilan tersebut berdasarkan surat Kadivpropam Polri dengan Nomor: R/2876/X/WAS/.2.4./2022/DIVPROPAM tertanggal 14 Oktober 2022. Pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Teddy Minahasa Putra yang sudah dimutasi sebagai Kapolda Jawa Timur ditangkap oleh Divisi Propam Mabes Polri atas kasus penjualan ba­rang bukti narkotika jenis sabu hasil tangkapan Polres Bukittinggi.

Bahkan, jenderal bintang dua itu kini sudah ditempatkan pada tempat khsusu (pastus) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Selain Teddy, juga ada mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Pra­wira Negara yang saat ini menjabat Kabagada Rolog Polda Sumbar yang terlibat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan kabar penangkapan Kapolda Sumbar IrjenTeddy Minahasa. Menurut­nya,Teddy Minahasa ditangkap karena kasus pe­re­daran narkoba dan su­dah diamankan oleh Div Propam Polri untuk menjalani proses etik dan pidana.

“Tadi pagi telah dilaksanakan gelar, dan saat ini irjen TM telah ditentukan sebagai pelanggar dan telah dilakukan penempatan khusus,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/10).

Adapun letak penempatan khusus tersebut, kata Listyo, saat ini masih di salah satu ruangan di Divisi Propam. Selanjutnya, kata dia, baru akan dipindahkan setelah status pidananya ditetapkan.

“Untuk patsus tentunya dari Propam ada ruangan khusus yang disiapkan sam­bil menunggu proses pidananya. Setelah proses pidana ditetapkan tersangka, nanti akan dipindahkan jadi tahanan di Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Menurut dia, kasus ini berawal dari pengungkapan terhadap peredaran gelap narkoba oleh Polda Metro Jaya.Berawal dari laporan masyarakat saat itu ditangkap tiga orang sipil, kemudian dilakukan pengembangan ternyata mengarah dan melibatkan anggota polisi berpangkat Bripka dan Kompol dengan jabatan Kapolsek.

“Saya kemudian meminta agar kasus tersebut dikembangkan. Hasilnya berkembang pada seorang pengedar dan mengarah pada personel oknum anggota Polri berpangkat AKBP mantan Kapolres Bukittinggi. Dari penangkapan itu, ada keterlibatan Irjen Teddy Minahasa,” ujar Listyo.

Atas dasar hal tersebut, ditegaskan Listyo, ia meminta Kadiv Propam untuk menjemput dan memeriksa Irjen Tedy Minahasa. Setelah dilakukan gelar perkara, jenderal bintang dua itu dinyatakan sebagai terduga pelanggar berat.

“Irjen TM dinyatakan terduga pelanggar sudah di­lakukan penempatan khu­sus. Adapun ancaman huku­mannya adalah pember­hentian dengan tidak de­ngan hormat atau pemeca­tan. Kami akan bertindak tegas kepada siapa pun yang terlibat kasus narko­ba. Tidak pandang pangkat dan jabatannya,” ujar dia.

Listyo mengatakan se­lan­jutnya dia telah meng­in­s­truksikan Divisi Propam untuk mengusut keterliba­tan Teddy secara etik. Se­lain itu, sambungnya, Ka­polda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran diminta untuk meneruskan proses pena­nganan dugaaan tin­dak pidananya.

“Jadi ada dua hal pro­ses etik dan proses pidana. Saya minta agar Kadiv Propam memeriksa etik untuk an­caman hukuman PTDH (pemberhentian ti­dak de­ngan hormat). Be­gitu juga jabatan Teddy Minahasa, saya akan me­nge­luarkan telegram yang membatal­kan promosi jaba­tannya sebagai Kapolda Jatim pada hari ini juga,” tegasnya.

Menurut Listyo, terha­dap Irjen Teddy Minahasa juga sudah dilakukan tes urine pascapenangkapan. Hasilnya, ditemukan kan­dungan obat tertentu, na­mun bukan golongan nar­koba.

“Terkait tes urine Irjen TM, 3 kali tes, satu hal yang didapat jenis obat tertentu. Kendati demikian, kandu­ngan yang ditemukan di urine Teddy bukan golongan narkoba,” katanya. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top