Menu

Bungkus Daging Kurban, Hindari Penggunaan Kantong Plastik Hitam

  Dibaca : 235 kali
Bungkus Daging Kurban, Hindari Penggunaan Kantong Plastik Hitam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani

AIAPACAH, METRO
Dinas Kesehatan Kota Padang kembali mengingatkan masyarakat atau panitia kurban agar tidak menggunakan kantong plastik (kresek) hitam untuk pembungkus daging kurban. Pasalnya, pemakaian kantong plastik hitam dapat memicu kanker.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengatakan, untuk membungkus daging kurban, masyarakat atau panitia kurban bisa menggunakan kantong plastik selain berwarna hitam atau daun. “Kita ingatkan kembali pemakaian kantong plastik berwarna hitam bisa merusak kesehatan, bahkan dalam pemakaian jangka panjang bisa memicu kanker,” tukas Feri Mulyani.

Feri Mulyani menyebutkan, diantara kandungan kantong plastik berwarna hitam adalah logam timbal. Logam ini mudah berpindah ke makanan. Jika terkena panas atau sinar matahari maka logam yang terdapat pada kantong plastik dapat mencemari daging.

“Dan daging yang sudah terkontaminasi dengan logam dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar menghindari pemakaian kantong plastik berwarna hitam saat pembagian daging kurban pada Idul Adha nanti.

Hindari Kerumuman
Biasanya, saat pemotongan hewan kurban akan terjadi kerumunan. Warga dan peserta kurban menyaksikan hewan disembelih dan dipotong dagingnya untuk kemudian dibagikan kepada warga tidak mampu.

“Saat pandemi ini kita imbau kepada warga untuk menghindari kerumunan saat pemotongan dan pembagian daging,” harap Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat.

Syahrial mengajak warga untuk tidak menyaksikan pemotongan hewan kurban. Sebab akan berisiko bagi kesehatan di masa pandemi ini. “Tentunya kita harapkan juga panitia kurban agar mengantarkan daging ke rumah-rumah warga sehingga tidak ada kerumunan di tempat pemotongan hewan,” tukasnya.

Menurutnya, kalaupun tetap dibagikan di masjid atau di lokasi lainnya, diharapkan panitia tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengatur waktu kedatangan warga serta memberi tanda batas antrean atau tempat berdiri.

“Dengan mengatur waktu kedatangan warga ini kita bisa mencegah kerumuman atau antrean warga satu dengan yang lainnya,” ucap Syahrial.

Selanjutnya, warga diimbau agar segera pulang dan membersihkan tangan dengan pakai sabun sebagai upaya untuk mencegah terpaparnya virus Covid-19. “Karena pelaksanaan kurban di tengah pandemi Covid-19, maka panitia dan masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Syahrial menjelaskan, bahwa pihaknya akan turun ke tiap tempat di Kota Padang yang akan melaksanakan pemotongan hewan kurban pada Idul Adha nanti. Tim dari Dinas Pertanian Kota Padang turun sekitar seminggu sebelum Idul Adha.

“Kita juga membuat hotline pengaduan bagi warga jika ada herwan kurban yang sakit dan dicurigai berbahaya bagi yang mengonsumsi dagingnya,” ucap Syahrial. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional