Menu

Bunda PAUD Minta Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif, Butuh Kolaborasi Guru dan Orang Tua di Kabupaten Agam

  Dibaca : 91 kali
Bunda PAUD Minta Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif, Butuh Kolaborasi Guru dan Orang Tua di Kabupaten Agam
KREATIF—Bunda PAUD Agam Yennita Andri Warman meminta tenaga pendidik guru dan orang tua berkolaborasi di tengah pandemi untuk penyelenggaraan pendidikan kreatif dan inovatif.

AGAM, METRO–Bunda PAUD Kabu­pa­ten Agam Yennita Andri Warman berharap adanya kolaborasi antara tenaga pendidik, orang tua, ber­sama elemen masyarakat dalam mendukung penye­lenggaraan pembelajaran yang kreatif dan inovatif di masa pandemi.

“Ditengah pandemi Co­vid-19, kita dituntut kreatif dan inovatif dalam memberikan pelajaran dan pendidikan terhadap anak, khususnya bagi guru PA­UD,” ujar Bunda PAUD Yen­nita, kepada puluhan guru PAUD di Kecamatan Sungai Puar, saat meng­hadiri acara Bimtek Ling­kungan Belajar Berkualitas (LBB) tingkat kecamatan, Kamis (26/8).

Istri Bupati Agam ini menekankan kepada selu­ruh tenaga pendidik senan­tiasa melakukan pendam­pingan terhadap anak. “Sa­ya berharap guru-guru, bunda PAUD kecamatan dan nagari senantiasa me­la­kukan kreativitas dalam mengajarkan anak-anak, baik itu metode online mau­pun pembelajaran ta­tap muka,” pinta Yennita.

Dijelaskan Yennita, pro­ses pembelajaran pada pendidikan anak usia dini lebih ditekankan pada pem­bentukan karakter a­nak, sehingga harapannya anak-anak dapat menjadi anak yang cerdas, terampil dan dapat bersaing di ma­sa yang akan datang.

Dalam rangka itulah, tambahnya, maka proses pembelajaran yang ber­langsung harus men­erap­kan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. “Kami yakin guru-guru di Agam sudah kreatif dalam mengajarkan anak-anak,” tutur Bunda Paud.

Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Pen­didikan Masyarakat, Yeni Sofnidel mengatakan, saat ini proses pembelajaran bagi lembaga PAUD di A­gam sebagian sudah ber­langsung tatap muka, de­ngan syarat guru atau pen­didik PAUD harus vak­si­nasi.

Hal ini, jelasnya, ber­dasarkan surat edaran Bupati Agam tentang atu­ran pembelajaran. “Saat ini, ada sekitar 55 lembaga PAUD di Agam yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka dari 365 lem­baga,” jelas Yeni.

Menurutnya, apabila suatu lembaga PAUD ter­sebut masih melakukan pembelajaran tatap muka tanpa sesuai aturan ber­laku (vaksinasi) dan men­taati prokes, maka pe­merintah daerah tidak ber­tanggung jawab terhadap sanksi yang akan diterima lembaga PAUD tersebut. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional