Menu

BUMDes Manfaatkan FABA untuk Pembuatan Paving Block dan Batako di Sawahlunto

  Dibaca : 753 kali
BUMDes Manfaatkan FABA untuk Pembuatan Paving Block dan Batako di Sawahlunto

SAWAHLUNTO, METRO–Pemanfaatan FABA (Flat Ash Bottom Ash) yang merupakan abu pemba­karan batu-bara  bisa dija­dikan sebagai bahan baku pembuatan Paving Block dan Batako berkualitas yang dilaksanakan BUM­DES. Berkerjasama de­ngan PT PLN Unit Pelak­sana Pembangkitan (UPK) Ombilin salah satu operator pembangkit listrik milik negara yang mengo­pera­sikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk memperoleh bahan ba­kunya.

PT PLN UPK Ombilin berinovasi dan terlibat membantu pengem­ba­ngan usaha ke­cil dan me­nengah (UKM) serta ker­jasama dengan berbagai BUMDES yang ada dise­kitar wilayah kerja­nya.

Dan PLN UPK Ombilin mulai mempersiapkan me­sin-mesin pengolah lim­bah abu batubara sebagai bahan baku pembuatan paving block dan batako berkualitas bekerjasama dengan berbagai BUM­DES.

Manager PLN UPK Om­bilin Shodiqin mengemu­ka­kan, semejak dires­mikan tahun 1997 silam, PLTU Ombilin hingga saat ini masih beroperasi de­ngan handal meng­guna­kan bahan baku batubara dimulut tambang yang dipasok beberapa suplier lokal dan tercatat sebagai penyumbang sekitar 40 persen pasokan daya un­tuk sistem kelistrikan di Sumatera Barat dan da­erah sekitarnya.

Menurut Shodiqin, pe­ngo­perasian dan penge­lolaan pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara memerlukan per­lakuan khusus karena a­kan menghasilkan limbah pembakaran berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FA­BA). Hal ini jadi perhatian korporasinya karena se­belum terbit PP 22 /2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan penge­lolaan lingkungan Hidup, status FABA merupakan Limbah B3. Sehingga me­merlukan perlakuan khu­sus dalam pengelo­laan­nya.

Dengan terbitnya PP 22/2021 tersebut, lanjut Shodiqin, maka status FABA telah dihapus dari daftar list LB3. Sehingga kondisi ini menjadi tan­tangan sekaligus pusat perhatian bagi seluruh pembangkit listrik yang menggunakan bahan baku energi batubara di Indonesia bisa memanfaatkan FABA tersebut sebagai sumber ekonomi. Yakni dengan menjadikannya bahan bangunan seperti paving block dan batako. Sebab, sudah teruji kokoh dan mudah dalam mem­produksinya.

Meski status FABA se­bagai LB3 sudah dicabut dalam daftar list limbah B3, tetapi PLTU Ombilin seba­gai penghasil limbah ini tetap berkomitmen me­laksanakan pengelolaan FABA tersebut dengan penuh kehati-hatian. Se­hingga pengelolaan dan penanganannya masih tetap seperti menurut peraturan yang berlaku sebelumnya yaitu PP No­mor 101/2014 tentang Lim­bah B3.

“Dapat dipastikan ti­dak ada yang berubah dalam perlakuan pengelolaan FABA tersebut hingga nan­ti terbitnya peraturan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menga­tur tentang pengelolaan teknis FABA sebagai Lim­bah Non B3 lebih lanjut,” ujar Shodiqin.  (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional