Menu

BUMDes Apar Mandiri Kelola Pariaman Mangrove Park

  Dibaca : 32 kali
BUMDes Apar Mandiri Kelola Pariaman Mangrove Park
DIBUKA— Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono membuka secara resmi BUMDes Apar Mandiri yang akan dikelola Pariaman Mangrove Park Apar.

PARIAMAN, METRO–Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Apar Mandiri akan kelola Pariaman Mangrove Park Apar, setelah dibuka secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Peri­kanan RI, Sakti Wahyu Trenggono.

Pariaman Mangrove Park Apar ini berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pa­ria­man, yang terintegrasi dengan Penangkaran Pe­nyu yang ada disana.

Fadel Muhammad, Di­rektur BUMDes Apar Man­diri, menyampaikan de­ngan telah dibukanya Pa­riaman Mangrove Park Apar bantuan dari Kemen­terian Kelautan dan Pe­rikanan (KKP) RI ini, maka pihaknya akan mulai me­ngelola kawasan ini de­ngan memanfaatkan po­ten­si yang ada.

“Untuk pemasukan De­sa, kita akan member­laku­kan tiket masuk kedalam kawasan Pariaman Mangrove Park ini, dimana karcis retribusi akan dise­suakani dengan Perdes nomor 4 tahun 2019 tentang Kawasan Wisata Apar, dengan tarif Rp. 3.000 rupiah,” ujarnya

Katanya, juga akan me­ngenakan tarif parkir selain tiket retribusi masuk, dima­na untuk parkir, pihak BU­M­Des akan menetapkan tarif Rp. 2.000 untuk sepeda motor, Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp. 15.000 untuk bus pariwisata.

Pengelolaan dan pe­man­faatan tracking mangrove yang telah menjadi kewenangan BUMDes A­par Mandiri, akan berdampak pada tingkat perekonomian desa dan kawasan, dimana pihaknya akan me­ning­katkan fungsi tracking mang­rove sebagai wisata alam dan edukasi.

“Kita juga telah menye­diaan penyewaan Kano untuk menyusuri Hutan mangrove ini, dimana un­tuk tiketnya pun sangat terjangkau, sehingga wisa­tawan dan pengunjung bi­sa menikmati bermain k­a­no sambil menyusuri hutan mangrove yang asri ini,” tuturnya.

Selain itu, dengan ada­nya kawasan Pariaman Mangrove Park Apar dari sisi pengembangan pari­wisata, dampak ekonomi juga dirasakan oleh ma­syarakat sekitar, dengan membuka kedai-kedai ma­kanan dan suvenir.

“Kawasan mangrove yang hijau lestari serta dikemas dengan baik ber­pedoman pada nilai keber­lanjutan, diproyeksi akan menjadi sebuah potensi dan daya tarik bagi pe­ngembangan kepa­riwi­sa­taan daerah, yang akan menjadikan pariwisata Ko­ta Pariaman kian bera­gam” ulasnya.

“Adanya kawasan ini juga memberikan berkah bagi masyarakat yang be­rada disini, dimana mereka bisa berjualan untuk me­nambah penghasilanya, dan ini telah dirasakan langsung oleh pedagang selama ini,” ungkapnya.

Fadel sapaan akrab Direktur BUMDes Apar Mandiri ini, juga mene­rapkan kepada para peda­gang untuk melakukan pem­bersihan lokasi kedainya secara mandiri, dan untuk kawasan dilakukan dengan gotong royong. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional