Menu

Buku Buya H. Tuangku Shaliah (1908-1996) Diluncurkan

  Dibaca : 324 kali
Buku Buya H. Tuangku Shaliah (1908-1996) Diluncurkan
Buku Buya H. Tuangku Shaliah (1908-1996) Diluncurkan

PADANGPARIAMAN, METRO
Pondok Pesantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pandan, Padangpariaman memeperingati Peristiwa Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus Peluncuran Buku Buya H Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah (1908-1996) Moderat dan Disiplin, Sabtu (29/2) malam.

Buku moderat dan bisiplin ini menceritakan perjalanan panjang Hadratus Syekh H Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah dalam mengembara untuk mendapatkan ilmu agama. Ilmu itu dikembangkan di Madrasahtul ‘Ulum Lubuk Pandan Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung Padangpariaman. “Menghadirkan buku tantang beliau adalah tanggung jawab moral bagi saya yang ada di pondok pesantran ini,” kata Penilis Buku Moderat dan Disiplin, Ahmad Damanhuri, saat peluncuran buka tersebut.

Damanhuri menyampaikan, lahirnya buku pertamanya ini dilatarbelakangi dari kecintaan dan kesenangannya dalam membaca dan menulis. Pertama ia melihat Pesantran tradisional di Sumatera Barat ini boleh dikatakan masih minim dalam budaya menulis ini. “Berbeda dengan Pondok Pesantren di pulau jawa, contohnya saja Gus Dur saat beliau baru saja meninggal sudah puluhan buku tentang beliau ditulis oleh banyak orang,” kata Damanhuri.

Kata Damanhuri, melalui buku yang ditulis petama ini untuk mengajak semua keluarga besar Pondok Pasantren di Sumbar ini untuk menulis, artinya santri itu tidak hanya berdakwah dengan perkataan saja, juga membudayakan berdakwah melalui tulisan. “Tidak hanya berdakwah dengan lisan saja, tetapi juga dengan tulisan, buku ini merupakan langkah awal untuk membudayakan menulis di Pondok Pasentran,” kata Damanhuri.

Ia menyampaikan, buku yang baru diluncurkan ini sedikit bercerita tentang kehidupan H. Abdullah Aminuddin Tuangku Shaliah sejak tahun 1908 hingga 1996 yang mana masa hidupnya dihabiskan dengan belajar dan mengajar. “Terakhir beliau belajar di MTI Jaho Tanah Datar, setelah itu mengajar di Pasaman dan akhirnya mendirikan Pondok Pasantren ini,” kata Damanhuri.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Madrasatul ‘Ulum Lubuk Pandan H Marzuki Tuangku Nan Basa mengatakan, hadirnya buku ini paling tidak bisa mengajarkan kepada dunia pondok pesantren tradisional untuk membudayakan menulis.

“Salama ini santri kita lebih akrab dengan dunia tutur, tidak heran ulama dahulu yang memiliki banyak kelebihan tetapi sulit untuk diungkapkan saat sekarang ini, lantaran tidak ada yang membukukan kiprah ulama tersebut,” katanya.

Ikhlas dalam mengajar, disiplin dalam ibadah adalag bagian terpenting yang diajarkan dalam tindakan beliau. Ini adalah pelajaran berharga yang ada dalam buku ini yang dapat dijadikan pedoman bagi santri dan masyarakat. “Dia tidak pernah menyampaikan kita harus ikhal dalam mengajar, disiplin beribadah, tetapi beliau langsung mengamalkannya,” ujarnya.

Belum lagi soal pengelolaan perbedaan pendapat dalam beramal kata Marzuki. Penghormatan beliau terhadap perbedaan ini sangat tinggi, memang dalam kajian fiqih, umat dihadapkan dengan berbagai mazhab yang perlu dikelola dengan baik. “Dengan ini pula lah ulama sejati seperti beliau tidak mudah menyalahkan pihak lain dalam menjalankan ibdah,” katanya. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional