Menu

Bukti RPJMD 2021-2026 Sumbar “On The Track”,Ekspor Produk Pertanian Capai Rp383,8 Miliar

  Dibaca : 93 kali
Bukti RPJMD 2021-2026 Sumbar “On The Track”,Ekspor Produk Pertanian Capai Rp383,8 Miliar
Sumatera Barat mengekspor sejumlah komoditas produk pertanian unggulan daerah ke sejumlah negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika senilai Rp383,8 miliar di tengah pandemi Covid-19.

PADANG, METRO–Sumatera Barat me­ngekspor sejumlah ko­mo­ditas produk pertanian ung­gulan daerah ke se­jumlah negara di Asia, Eropa, Afri­ka dan Amerika senilai Rp383,8 miliar di tengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah bukti bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap bisa bertahan dan mendukung pere­konomian daerah di tengah pan­de­mi,” kata Gubernur Su­m­bar, Mahyeldi saat me­lepas ekspor produk itu secara langsung di Istana Gubernuran, Sabtu (14/8).

Produk pertanian yang diekspor diantaranya kayu manis, sawit, karet, pinang, pala, gambir, biji kopi, petai cina, kecombrang, jengkol dan beberapa produk lain yang memiliki pasar cukup luas di beberapa negara.

Ia mengatakan potensi ekspor tersebut harus te­rus ditingkatkan salah sa­tu­nya dengan mem­perkuat hilirisasi produk pertanian di daerah sehingga yang diekspor bukan lagi ko­moditas “mentah”.

“Kayu manis misalnya, kebutuhan di negara tu­juan itu adalah yang sudah diolah menjadi bubuk. De­mikian juga dengan karet. Kalau kita bisa membawa investor untuk memba­ngun pabrik di Sumbar, nilai produknya tentu akan lebih tinggi,” katanya.

  Ke depan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ditugaskan untuk mulai mengarah memper­siapkan program untuk hilirisasi produk pertanian seiring dengan visi misi yang dijabarkan dalam RPJMD 2021-2026 yang juga fokus pada sektor per­tanian.

Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan sejalan de­ngan upaya meningkatkan volume ekspor, harus di­dukung pula dengan keter­sediaan pelabuhan laut yang memadai. Pelabuhan Teluk Bayur cocok dengan deskripsi itu tetapi saat ini masih ada kendala yaitu ukuran crane yang kecil sehingga tidak bisa me­ngangkat kontainer besar. “Kita berharap Pelindo II bisa mencarikan solusi hal ini sehingga ekspor produk asal Sumbar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pelepasan ekspor pro­duk pertanian Sumbar itu merupakan rangkaian dari program Merdeka Ekspor berupa ekspor komoditas pertanian secara nasional yang dilepas secara lang­sung oleh Presiden Joko Widodo. Presiden dalam kesempatan itu mengung­kapkan ekspor komoditas pertanian secara serentak melalui 17 pintu ekspor di bandara dan pelabuhan laut di berbagai daerah itu adalah momentum pe­ngua­tan ekspor pertanian Indonesia dan menandai kebangkitan ekonomi na­sional di tengah pandemi.

Ia berpesan agar ke depan gubernur, bupati dan wali kota terus meng­gali potensi ekspor di da­erah masing-masing seka­ligus memberikan pengua­tan kepada petani di tingkat bawah. Penguatan itu se­lain permodalan juga pe­nguasaan teknologi dan mekanisasi. “Berikan akses permodalan dan pengua­saan teknologi kepada me­reka agar bisa mengem­bangkan kualitas produk menjadi lebih baik. Saya sudah sampaikan kepada Direktur Utama sejumlah perbankan di Indonesia untuk memberikan per­hatian khusus bagi sektor pertanian ini,” katanya.

Sementara itu Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut mendo­rong investasi dan ekspor merupakan faktor kunci untuk perkembangan eko­nomi nasional terutama terkait pandemi. Kemen­terian Pertanian berupaya mendorong ekspor per­tanian ke berbagai negara. Ekpor pertanian Januari-Juni 2021 senilai Rp277,95 triliun atau naik 40,29 per­sen dari periode yang sa­ma pada 2020.

Ekspor secara nasional yang dilakukan itu se­ba­nyak 627,4 juta ton de­ngan nilai Rp7,29 triliun meliputi produk per­ke­b­u­nan, ta­naman pangan, hol­tikul­tura, peternakan, dan be­berapa komoditas lain.

Sementara negara tu­juan utama diantaranya China, Amerika, India, Je­pang, Korsel, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, UEA, Pakistan dan beberapa negara lain de­ngan total 61 negara.

Di Sumbar, pelepasan ekspor komoditas per­ta­nian itu diikuti oleh Kepala Badan Karantina Kelas I Pertanian Padang (BKP) Iswan, Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen, dan di­ha­diri oleh jajaran For­kopimda Sumbar, serta OPD di lingkup Pemprov Sumbar. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional