Menu

Bukti Nyata Kinerja Sutan Riska, Jembatan Pulai Berdiri Kokoh

  Dibaca : 130 kali
Bukti Nyata Kinerja Sutan Riska, Jembatan Pulai Berdiri Kokoh
Jembatan Pulai, terlihat kokoh terbentang di atas aliran Sungai Batang Hari Kabupaten Dharmasraya. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung masyarakat di tiga kecamatan (Timpeh, Padang Laweh dan Sitiung).

DHARMASRAYA, METRO
Bentangan Sungai Batanghari tak lagi menjadi penghalang bagi 35.983 jiwa lebih warga yang berada di tiga kecamatan, (Kecamatan Timpeh, Padang Laweh dan Sitiung) dengan kehadiran Jembatan Pulai yang berdiri kokoh. Ini merupakan salah satu karya nyata Bupati Sutan Riska Riska Tuanku Kerajaan selama masa kepemimpinannya.

Hadirnya Jembatan Pulai atau jembatan rangka baja senilai Rp 70 Milyar dari kucuran dana pemerintah pusat itu merupakan penantian masyarakat Dharmasraya selama puluhan. Jembatan tersebut telah di resmikan oleh Pemerintah Kabupaten dan Dharmasraya. Disaat yang bersamaan juga digelar acara syukuran dan disaksikan Menteri PUPR, Muhammad Basuki Hadi Mulyono melalui video conference dari ruang kerjanya di Gedung Kementerian PUPR di Jakarta, Senin(21/9).

“Jembatan dengan panjang sekitar 200 meter itu, adalah akses penting sekaligus urat nadi perekonomian yang menautkan akses dua kawasan permukiman berbasis perkebunan di daerah itu, yakni Kecamatan Sitiung, Kecamatan Timpeh dan Padang Laweh,” kata Tokoh Masyarakat Setempat, H. Sutrisno (63) didampingi Wali Nagari Ranah Palabi, Kecamatan Timpeh, Salman Alfarisi, saat ditemui dikediamannya, Selasa (22/9).

Menurutnya, akses tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat setempat dan memiliki fungsi strategis dalam pengembangan ekonomi kerakyatatan disamping bisa dikembangkan sebagai ruas penghubung antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau melalui Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Kuantan Sengingi.

“Sejarah mencatat, setidaknya masyarakat daerah itu sudah menantikan kelancaran akses pasca menuanya bangunan lama jembatan Bailey milik Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) yang dipancangkan untuk pertama kalinya sejak satu dekade yang lalu,” ungkapnya.

Dengan memanfaatkan hubungan baiknya dengan pemerintah pusat, langsung melalui Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, yang datang berkunjung pada 7 Februari 2018 lalu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun merealisasikan pembangunan bentangan jembatan gelagar besi dengan anggaran mencapai Rp 70 miliar rupiah.

Luapan bahagia juga diungkapkan seorang tokoh masyarakat Jorong Sungai Tenang Nagari Ranah Palabi, M. Syafi’i (60). Katanya, dengan dioperasikannya bangunan baru jembatan tersebut merupakan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Saya mewakili masyarakat Nagari Ranah Palabi sangat mengapresiasi kinerja nyata Bupati Sutan Riska dan bapak presiden Joko Widodo atas pembangunan yang telah terlaksana di Dharmasraya dalam lima tahun terakhir,” tandasnya

Terpisah, Sukamto (48), warga Nagari  Ranah Palabi, juga mengatakan sejak hadirnya jembatan tersebut, warga tak lagi cemas melewati sungai Batang Hari. Begitu juga transportasi untuk hasil panen warga sudah lancar

“Selama ini kami pesimis. Daerah kami yang begitu produktif tapi minim dukungan infrastruktur. Sekarang tidak lagi karena semuanya sudah lancar,” ungkapnya.

Meski bukti nyata kerja dari Bupati Sutan Riska sudahb terlihat jelan, namun deretan karya besar yang dipersembahkannya untuk warganya, belum memenuhi rasa puas bagi semuanya. Apalagi saat ini dalam suasana politik yang mulai memanas jelang Pilkada. Tak jarang, karya besarnya itu malah dijadikan olok-olok politik dengan narasi kebencian untuk menghasut warga.(g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional