Close

Bukittinggi Menuju Kekebalan Kelompok

Anggota Komisi II DPRD Kota Bukittinggi Ibnu Asis.

BUKITTINGGI, METRO–Herd Immunity atau kekebalan kelompok adalah situasi dan kondisi ketika sebagian besar populasi kebal terhadap  suatu jenis penyakit menular tertentu. Sehingga dapat memberikan perlindungan tidak langsung dan kekebalan kelompok kepada mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Para ahli di bidang epidemiologi atau penyakit menular menyimpulkan bahwa kekebalan kelompok dapat terbentuk dan dipengaruhi diantaranya oleh dua faktor utama. Yiatu,  jumlah populasi yang telah divaksinasi dan tingkat efikasi atau efektivitas dari vaksin yang digunakan.

Khusus Kota Bukittinggi, anggota Komisi II DPRD Kota Bukittinggi Ibnu Asis menyatakan, tentunya kita patut bersyukur kepada Allah SWT. Dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder terkait dan elemen masyarakat yang telah bahu-membahu dan berjibaku melakukan langkah-langkah antisipatif pencegahan penularan Covid-19.

“Kunci keberhasilan itu diantaranya melalui program vaksinasi massal berkelanjutan dari beragam institusi pemerintah yang dengan izin Allah SWT sampai saat ini telah dapat menekan penambahan angka positif Covid-19 di Kota Sanjai ini,” ujar Ibnu.

Paling tidak hal ini telah menjadi kenyataan sejarah sesuai dengan ekspos, Kadis Kesehatan Kota Bu­kittinggi Erwin Umar pada awal pekan pertama bulan November ini yang menyatakan, angka partisipasi progam vaksinasi massif di Kota Wisata ini telah mencapai 65 persen dari jumlah penduduk. Dan pasien terakhir dengan gejala Covid-19 sudah dinyatakan sembuh pekan kemarin, sehingga kemudian, tidak ada lagi kasus positif Covid-19 baru setelahnya.

Di sisi lain sebagaimana informasi yang  sudah dimuat pada beberapa media massa sebelumnya, Sekdako Bukittinggi Martias Wanto mengemukakan, keyakinannya bahwa untuk menuju terbentuknya kekebalan kelompok, Pemerintah Kota Bukittinggi telah memproklamirkan bahwa situasi dan kondisi tersebut diharapkan akan terjadi sejalan dengan tercapainya target 70 persen vaksinasi massif pada akhir Desember 2021 nanti.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bukittinggi itu mengungkapkan,  untuk menjaga kasus Covid-19 yang sudah mulai melandai dan mempertahankan aktivitas keseharian yang sudah mulai membaik  menuju normal baru, maka diperlukan beberapa upaya strategis sebagai berikut. “Pertama. masyarakat tetap me­matuhi protokol kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjankan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak),” ujarnya.

Stakeholder kesehatan tetap melanjutkan program 3 T (Tracking, Testing dan Treatment), jika diduga munculnya kasus atau gejala Covid-19 yang men­curigakan ditengah-tengah masyarakat.

Ketiga. Program vaksinasi massif perlu tetap dilanjutkan. Dengan fokus melanjutkan dosis pertama ke dosis kedua untuk mencapai angka 70 persen partisipasi masyarakat.

Keempat. Pemerintah Daerah melalui SKPD teknis terkait, terus mengawal implementasi Perda Provinsi Sumbar No.6 /2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) berikut peraturan pelaksanaannya dalam bentuk Peraturan Walikota.

“Jika keadaan yang sudah mulai kondusif dan membaik serta pra syarat pendukung seperti di atas tetap kita pertahankan bersama-sama, maka in­syaallah  kekebalan kelompok agar segera mewujud. Sehingga aktivitas pendidikan, perekonomian dan sektor kehidupan lainnya sudah dapat berputar kembali seperti biasa. Dan derajat kesehatan serta kebugaran masyarakat pun semakin mening­kat,” ujarnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top