Menu

Bukittinggi Bakal Laksanakan Sholat Jumat di Masjid

  Dibaca : 357 kali
Bukittinggi Bakal Laksanakan Sholat Jumat di Masjid
RAPAT— Pemko Bukittinggi menggelar rapat bersama pegurus masjid karena bakal melaksanakan Sholat Jumat secara normal.

BUKITTINGGI, METRO
Hari ini Jumat (29/05), Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi bakal memulai melaksanakan kembali Shalat Jumat usai mengikuti PSBB di Bukittinggi. Tidak itu saja, ibadah shalat wajib berjamaah pun sudah bisa dimulai kembali di setiap masing-masing masjid dan mushalla di seantero Kota Bukittinggi. Namun, tetap menerapkan standar protap penanggulangan Covid-19 yang ketat.

Hal itu terungkap dalam Pertemuan Pengurus Masjid se Kota Bukittinggi dengan Pemko Bukittinggi, Kamis (28/05) di Hall Balaikota Bukittinggi. Pertemuan dipimpin langsung Walikota Bukittinggi dan dihadiri Wakil Walikota Bukittinggi, Sekretaris Daerah, Kemenag, Ketua MUI dan Asisten dan Kepala SKPD terkait.

Mulai dibuka kembali masjid itu menurut Wako Ramlan sebagai salah satu kebijakan melonggarkan aktifitas masyarakat setelah pelaksanaan PSBB di Bukittinggi dan memulai aktifitas kenormalan baru (New Normal).

Untuk mendukung aktivitas kembali di masjid, Pemko mulai Kamis siang akan melakukan penyemprotan disinfektan di semua masjid. Ramlan kembali menegaskan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di masjid, agar tetap memakai masker di luar dan didalam masjid, membawa tikar sendiri, berwudhu dari rumah. Selian itu menjaga jarak di dalam masjid, dianjurkan shalat diluar. Sementara bagi masjid, sirkulasi udara harus lancar, mimbar digeser kebelakang dan mempersingkat khutbah. Bagi ustadz sendiri diharapkan juga memakai masker saat memberikan ceramah.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kemenag Bukittinggi H. Kashmir menyambut baik rencana tersebut dan menyampaikan bahwa Kemenag RI saat ini juga sedang merumuskan teknis penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah dalam konteks kenormalan baru (new normal).

Sementara,  Ketua MUI Aidil Alvin juga sangat mengapresiasi rencana tersebut. Terkait dengan protokol penyelenggaraan peribadatan, seperti shaf tidak dirapatkan dan salat mengenakan masker, hal tersebut diperbolehkan secara kaidah dalam konteks keadaan darurat (wabah). Namun tetap yang menentukan keamanan daerah merupakan kewenangan Pemko. MUI pun tetap menghimbau masyarakat yang mulai beraktifitas di Masjid melaksanakan standar penanganan Covid-19. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional