Menu

Bukik Lantiak Longsor, 3.055 KK Terancam

  Dibaca : 3000 kali
Bukik Lantiak Longsor, 3.055 KK Terancam
DSC_1469

Banjir bandang di Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Hujan lebat menyebabkan sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar terendam banjir dan longsor. Tiga daerah mengalami dampak buruk akibat longsor dan banjir. Ribuan warga di Sijunjung terancam terisolasi karena Bukik Lantiak longsor. Sedangkan di Tanahdatar, ruas jalan provinsi Batusangkar-Sijunjung terendam hingga 1 meter.

Di Kabupaten Sijunjung, sepanjang Rabu (6/1), menyebabkan Bukik Lantiak, Kenagarian Sumpur Kudus, Kecamatan Sumpur Kudus, longsor, Kamis (7/1) pagi. Sebanyak 3.055 kepala keluarga (KK) di lima nagari di Kecamatan Sumpur Kudus terisolasi.

Material longsor dari Bukik Lantiak menyebabkan akses jalan lingkar lainnya, yakni dari Durian Gadang melalui Manganti, menuju Sumpur Kudus, tidak bisa dilalui. Kondisi jalan benar-benar buruk ketika hujan datang.

”Ada lima nagari terancam terisolasi, yaitu Nagari Sumpur Kudus, Sumpur Kudus Selatan, Silantai, Unggan dan Mangganti. Dikarenakan jalan yang biasa digunakan warga tersebut tertutup material longsor sejak Kamis pagi,” ujar Camat Sumpur Kudus, Jamaris.

Sementara itu, hingga Kamis sore, warga berusaha membuka jalan untuk jalur sepeda motor dengan peralatan seadanya. Untuk mempercepat pembersihan, warga sudah melapor dan meminta bantuan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta BPBD. Tidak ada korban jiwa, namun warga harus menunggu lama hingga akses jalan ini terbuka,” tambahnya.

Menurut Jamaris, sejak dua hari terakhir curah hujan di Sijunjung cukup tinggi. Beberapa titik rawan longsor dan terban, mengancam pengendara.
Selain longsor, hujan juga mengakibatkan beberapa sungai melaup, sehingga mengakibatkan ratusan hektare sawah siap panen terendam. Seperti di daerah Nagari Palaluar dan Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kenagarian Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan dan Kenagarian Sjunjung.

Batusangkar-Sijunjung Terendam

Sementara itu, ruas jalan provinsi Batusangkar-Sijunjung, di Jorong Lingkuang Kawek, Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, dilanda banjir. Akibatnya ratusan kendaraan tidak dapat melintas karena genangan air hampir mencapai sat meter.

Akibat banjir yang menggenangi jalan raya tersebut, transportasi lumpuh total, Kamis (7/1). Banjir disebabkan meluapnya salah satu sungai.
Selain itu banjir juga merusak sekitar 30 hektar tanaman padi sawah warga Tanjung Barulak.

“Sejak hujan mengguyur dari tadi malam hingga pagi ini, daerah ini menjadi banjir, satu unit sepeda motor hanyut karena pengendara nekat melintasi banjir ini.  Yang disayangkan padi baru berumur satu minggu, kini terancam rusak karena air sangat deras di areal persawahan,” sebut Kepala Jorong Lingkuang Kawek Nagari Tanjung Barulak, Yasril kepada POSMETRO, Kamis (7/1).

Pantauan POSMETRO, genangan air terjadi sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Sejumlah kenedaraan terlihat terjebak di tengah genangan air. Beberapa mobil harus mencari jalan pintas, dan harus menempuh jarak lebih jauh. Salah satu bus yang mencoba melintasi genangan banjir, mogok.

Dandim 0307 Tanahdatar Letkol Arm Bagus Tri Kuntjoro di lokasi banjir, mengatakan, sebanyak 12 anggota TNI dari Danramil dikerahkan untuk membantu warga. Selain itu, petugas juga meninjau areal persawahan yang dilanda banjir di Jorong Padang Gantiang.

“Di sana persawahan berubah seperti danau akibat banjir,” sebut Dandim Bagus. Menurut pengakuan arga, banjir selalu rutin terjadi tiap tahun. Dan, petani harus mengalami kerugian karena areal persawahan mereka terancam rusak dan gagal panen.

Jalan Putus

Sementara itu, Kamis (7/1) dinihari, ruas Jalan Aripan-Paninjauan, putus total akibat tertimbun material padat akibat longsornya dinding bukit di Jorong Air Batumbuak, Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok.

Warga baru mengetahui adanya longsor yang mengakibatkan terputusnya jalur menuju Kecamatan X Koto Diatas, Kamis pagi. Ketika itu warga yang ingin menuju Kota Solok, terpaksa berbalik arah karena kendaraan tidak dapat melintasi ruas jalan tersebut, karena terhadang gundukan tanah serat batu-batu ukuran besar.

Informasi dirangkum POSMETRO, di sepanjang ruas Jalan Aripan-Paninjauan terdapat 3 titik longsor. Kapolres Solok Kota AKBP Tomy Bambang Irawan, menyebut, sejumlah personel diturunkan ke lokasi untuk membantu masyarakat. Beruntung lokasi kejadian longsor jauh dari pemukiman warga sehingga tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang rusak.

Akibat tertimbunnya badan jalan, Kapolsek X Koto Diatas Iptu Joni Isnandar bersama Kasat Lantas AKP Hariadi Ismail, melakukan rakayasa lalu lintas. Kendaraan yang hendak menuju Paninjaun dan Sulit Air dari arah Solok dan sebaliknya, dialihkan sementara ke ruas Jalan Singkarak – Tanjung Alai.
Sementara, untuk membersihkan ruas Jalan Aripan-Paninjauan dari gundukan material padat, warga meminta bantuan Dinas Pekerjaaan Umum.

Namun, bantuan alat berat dari pemerintah tersebut tidak kunjung datang. Warga bersama petugas kepolisian akhirnya berinisiatif membersihkan gundukan material padat yang menimbun badan jalan secara bergotong-royong. (cr1/vko/n)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional