Menu

Buka Seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, Andre Rosiade: Gerakkan Ekonomi, Hancurkan Sistem Rentenir

  Dibaca : 60 kali
Buka Seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, Andre Rosiade: Gerakkan Ekonomi, Hancurkan Sistem Rentenir

PURUS, METRO–Anggota DPR RI H Andre Rosiade SE sangat peduli ter­hadap kemajuan UMKM di Sum­bar. AnggotaFraksi Partai Ge­rakan Indonesia Ra­ya  ­(Gerindra) itu membuka secara virtual kegiatan Seminar So­sialisasi Integrasi Ekosistem Ultra, Mikro Holding Badan Usaha Milik Negera (BUMN) di Hotel Mercure, Sabtu (5/5).

Pada kegiatan yang diikuti pelaku UKM  se-Kota Padang ini, Andre yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sum­bar menuturkan, salah sa­tu tujuan program integrasi ekosistem dari holding BUMNuntuk membunuh maraknya sistem rentenir yang menjerat pelaku kecil dan menengah saat ini. ­”Ini cara pemerintah untuk menggerakkan roda pere­ko­­nomian ­dan mengu­ra­ngi angka kemiskinan, “ kata Andre.

Andre berharap, sosia­lisasi manfaat dan tujuan dari pembentukan program integrasi sinergi eko­sistem BUMN nantinya bi­sa menjawab kebutuhan ke­sejahteraan ekonomi masyarakat. “Sekali lagi ini juga cara pemerintah un­tuk menghabisi sistem ren­tenir yang menghancurkan ekonomi rakyat,” tegas­nya.

Di sisi lain, Ketua Ha­rian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini meng­ha­rap­kan pelaku usaha kecil menengah untuk naik kelas setelah mendapatkan pe­nge­tahuan dalam kegiatan sosialisasi dan penerapan program yang akan di­lakukan.

Langkah tersebut me­la­lui Sinergi Ekosistem Sek­tor Ultra Mikro dari tiga peru­sahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Per­sero) dan PT Permodalan Nasional Ma­dani (Persero) atau PNM. ­Sinergi eko­sistem ini ditargetkan ter­bentuk pada semester II tahun ini. ­”Mudah-mu­da­han sinergi tiga BUMN­ ini menjadi eko­sis­tem­ yang baik dalam ekse­kusi bagi Indonesia untuk me­ngu­rangi kemis­kinan, dan membunuh sis­tem ren­tenir, “ katanya.

Anggota Komisi VI DPR­ RI ini menga­ta­kan, ­untuk memperluas akses laya­nan keuangan bagi pelaku usaha kecil, ter­masuk para pedagang tra­disional, Pe­me­rintah di­dukung DPR RI bersama dengan BUMN sektor ultra mikro (UMi) dan UMKM, akan mem­bentuk suatu ekosistem finansial untuk jutaan pela­ku usaha kecil di Indonesia.

Andre menambahkan, dari 57 juta pengusaha ultra mikro di Indonesia, baru 20 persen di antara­nya yang mendapatkan layanan dari institusi ke­uangan formal. Padahal 80 persen segmentasi ekosis­tem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tra­di­sional, pemilik toko dan pekerja lepas.

Di satu sisi, pelaku ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang pung­gung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehing­ga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19. Harapannya pe­la­ku usaha ultra mikro da­pat bangkit, berkem­bang serta naik kelas.

“Sinergi ini meng­kola­bo­rasikan kekuatan dan men­sinergikan keahlian da­lam satu rumah besar agar bisa membantu se­banyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit. Ka­rena merekalah tulang pung­gung dan kunci pemu­lihan ekonomi nasional,” sebutnya.

Manfaat positif dari si­ner­gi BUMN ultra mikro ini, lanjut Andre, tentunya akan dirasakan para pelaku usaha ultra mikro karena mereka berpeluang besar mendapat pembiayaan ber­bunga rendah di masa depan. Penurunan suku bunga pinjaman bisa terja­di karena sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan menu­run­kan cost of fund.

“Sinergi ini ingin me­mas­tikan terdapatnya bu­nga pinjaman yang lebih ren­dah bagi nasabah. Ini penting karena kita ketahui banyak pelaku usaha dan masyarakat kita yang ma­sih mendapatkan penda­naan dari rentenir dan pinjaman online illegal. Kami berharap sinergi eko­sis­tem ultra mikro bisa jadi solusi,” ungkap Andre.

Salah satu pemateri kegiatan ini, Regional Head Kredit Mikro BRI Wilayah Padang Bambang Widi­has­moro mengatakan, ­siner­gi ­tiga menjawab kebut­u­han para pelaku UMKM. “Dalam kegiatan ini akan dijelaskan pemenuhan ke­bu­tuhan rekan-rekan di UMKM dari segi permo­da­lan. Kita membantu dari ba­­nyak sisi  dan tidak mem­­berikan modal le­pas  begitu saja, kita  juga akan memberikan pen­dam­­­pingan kepada usaha mi­kro baik segi pelatihan,” katanya.

Bambang menam­bah­kan, untuk BRI sendiri pro­duk yang dikuatkan teru­tama untuk pemulihan eko­nomi nasional. Saat ini BRI fokus menyalur­kan  ­pro­gram Kredit Usaha Rak­yat (KUR). “Nilai pinjaman KUR antara lain KUR  ­nominal­nya, KUR kecil 50 juta sam­pai 500 juta. Program KUR ini suku bunganya cukup rendah yakni sekarang 6 persen.KUR juga meng­hindari pelaku UMKM un­tuk  tidak meminjam ke­pada rentenir. Prosesnya pun sangat mudah dan simple,”  jelasnya.

Sementara, Panitia Ke­gia­tan Seminar Edward Azwar mengatakan, seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di­ikuti oleh 60 orang peserta yang berasal dari pelaku UMKM. ”Tujuan seminar ini yang menghadirkan tiga holding dengan tujuan mem­bangkitkan UMKM di Ko­ta Padang agar bangkit di tengah pandemi dan agar pelaku usaha tidak terjerat dan lepas dari sistem rentenir yang  akan merugikannya,” katanya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional