Menu

Budidayakan Ulat Belatung

  Dibaca : 938 kali
Budidayakan Ulat Belatung
Budidayakan Ulat Belatung

PARIAMAN, METRO
Magot atau yang dikenal dengan nama ulat sampah atau belatung ini, sekarang sudah menjadi salah satu ternak unggulan bagi Kelurahan Jawi-Jawi II Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.

Budidaya ulat magot ini dimulai oleh Ketua LPM Kelurahan Jawi-Jawi II Yulhendri, dibantu oleh pemuda pemudi setempat semenjak awal tahun 2019 yang berlokasi disamping rumah Ketua LPM tersebut, dan disuport juga oleh Riswan Lurah Kelurahan Jawi-Jawi II dan masyarakat setempat melalui swadaya masyarakat dan bantuan dari kelurahan.

Usaha budidaya magot ini didapat Yulhendri dari ilmu yang ditimbanya di perguruan tinggi yang telah mengantarkan beliau menjadi seorang Sarjana Peternakan yang inovatif. Berdasarkan ilmu yang beliau dapatkan dibangku perguruan tinggi tersebut, ditambah lagi dengan sering membaca buku-buku tentang budidaya magot ini, tergeraklah hatinya untuk melakukan usaha ini dengan mengajak pemuda pemudi Kelurahan Jawi-Jawi II untuk mau membantunya membuat usaha ini dan juga mengelolanya secara bersama, karena magot ini mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Yulhendri menyatakan, budidaya magot ini berasal dari limbah organik rumah tangga dan juga limbah yang kami ambil di pasar pariaman, untuk dijadikan pakan dari magot itu sendiri, dan kami olah dengan mempergunakan peralatan seadanya sembari kami menunggu selesai pembuatan tempat olahan budidaya baru dan juga peralatan yang lebih baik lagi”.

“Rencananya awal bulan maret ini kami akan melaunching usaha budidaya magot ini kemasyarakat dengan menghadirkan tiga orang dari Kementerian Pusat yaitu satu orang dari Kementerian Lingkungan Hidup, dan dua orang dari Kementerian PUPR. Persiapan yang kami lakukan menjelang launching tersebut adalah dengan mempersiapkan semua fasilitas budidaya magot ini,” ungkap Yulhendri.

“Sekarang permintaan akan magot ini sudah banyak yang datang, baik di Sumatera atau diluar pulau sumatera. Tapi kendala saat ini bagi kami adalah pakan magot itu sendiri, karena limbah organik yang kami punya belum mampu mencukupi permintaan dan hanya bisa memenuhi permintaan yang ada di Kota Pariaman saja,” ujarnya.

Melalui dukungan Pemerintah Kota Pariaman, sampah-sampah organik yang ada di pasar pariaman dan yang akan dibuang ke kontainer pada saat pembersihan dimalam hari, akan kami kumpulkan dan ambil kemudian kami olah menjadi pakan magot, sehingga hasilnya bisa lebih banyak dan juga bisa memenuhi permintaan yang datang serta akan menjadi salah satu solusi penyelesaian masalah limbah organik selama ini. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional