Menu

Budidaya Maggot Miliki Nilai Ekonomis

  Dibaca : 141 kali
Budidaya Maggot Miliki Nilai Ekonomis
Budidaya Maggot Miliki Nilai Ekonomis

BUKITTINGGI, METRO
Sosialisasi budidaya ulat maggot BSF (Black Soldier Fly) terus diupayakan. Hal ini sangat berdampak positif untuk pengurangan jumlah sampah yang akan dipasok ke TPA dan juga bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syafnir menjelaskan, maggot merupakan ulat yang bisa mengurangi jumlah sampah yang ada di masyarakat. Selain itu, melalui budidaya maggot ini juga dapat menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat. Sementara di Kota Bukittinggi saat ini sudah memiliki 4 unit usaha ulat maggot BSF yaitu di Ipuah,Tanah Jua, Inkorba dan Gulai Bancah

“Untuk itu, kami dari DLH Bukittinggi, terus berupaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang budidaya maggot ini. Salah satunya sosialisasi kepada penyuluh pertanian dan Lurah se Kota Bukittinggi di Aula Dinas Lingkungan Hidup, Kamis lalu. Tujuannya, agar para penyuluh pertanian dan lurah bisa mensosialisasikannya kepada masyarakat dan kelompok tani (Keltan) tentang manfaat dan prospek peningkatan ekonomi masyarakat melalui Budidaya Maggot BSF ini,” jelas Syafnir, Selasa (5/3).

Anggota DPRD Bukittinggi Asril sebagai Narasumber dalam sosialisasi itu menjelaskan, budidaya maggot BSF memiliki banyak manfaat. Di antaranya, untuk mengurangi biaya pengelolaan sampah di kota Bukittinggi. Kemudian dari segi ekonomi, maggot BSF sangat besar potensi penghasilan yang akan didapat.

“Volume sampah Kota Bukittinggi saat ini berjumlah 107 ton perhari, 60 persen di antaranya merupakan sampah organik yang dapat dijadikan sumber makanan maggot BSF. Dari 100 persen sampah organik itu, 20 persen diantaranya menjadi Maggot BSF, 20 persen lagi menjadi kompos dan sisanya 60 persen hilang,” jelas Asril.

Dikatakan Asril, 20 persen sampah organik itu akan menghasilkan 12,8 ton maggot BSF perhari dan 12,8 ton menjadi Kompos Kasgot (Bekas Maggot). Harga Maggot BSF saat ini sangat bervariasi, antara Rp10 ribu sampai Rp 100 ribu per kg.

“Jika diambil harga terbawah Rp10 ribu maka potensi pendapatan dari Maggot BSF dengan sumber makanan berbahan sampah Kota Bukittinggi akan menghasilkan uang Rp 128 juta perhari. Belum lagi Kompos Kasgot yang punya nilai harga antara Rp4.000 sampai Rp 5.000 per kg. Alangkah besarnya potensi sampah Bukittinggi, apabila diolah dengan sistem Budidaya Maggot BSF. Karena jika ini dijalankan, dalam satu tahun maggot BSF bisa menghasilkan uang Rp 46 miliar. Bisa dikatakan budi daya maggot melahirkan berjuta manfaat,” ujar Asril. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional