Menu

Budayakan Tradisi Baghundiang untuk Anak Muda

  Dibaca : 114 kali
Budayakan Tradisi Baghundiang untuk Anak Muda
Budayakan Tradisi Baghundiang untuk Anak Muda

PDG.PARIAMAN, METRO
Kasi Trantib Kecamatan Ulakan Tapakis Anesa Satria menyatakan gerakan pemuda peduli Piaman saat ini mengagas Padangpariaman baghundiang (barunding adat istiadat minangkabau).

“Munculnya ide Padangpariaman baghundiang dilatar belakangi oleh semangat dan karya dalam keikutsertaan pemuda mencapai perkembangan pembangunan di Kabupaten Padangpariaman, dalam ruang lingkup musyawarah dan mufakat,” kata Anesa Satria, kemarin.

Kata baghundiang itu, sebuah hal yang sangat terpenting dan terpatri kuat pada masyarakat minang. Kalimat itu sudah menjadi kebiasaan dan tradisi ditengah masyarakat, terutama ketika akan memulai suatu pekerjaan besar dan dalam setiap pengambilan keputusan.

Dikatakan, dalam kehidupan sehari – hari, kata baghundiang ini dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan bersama.  “Kalau ditelusuri dalam filosofi dan budaya minangkabau, istilah baghundiang juga banyak digambarkan dalam ungkapan dan kata pepatah,” ungkapnya.

Diantaranya seperti bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik” yang artinya kesepakatan yang dicapai melalui musyawarah dan mufakat.

Kemudian kok bulek lah buliah digolongan, kok picak lah bisa dilayangan yang artinya kalau sudah ada kesepakatan, boleh disampaikan kepada publik atau diumumkan. Pepatah Minangkabau  ini katanya, menjadi salah satu filosofi berdemokrasi masyarakat minang, dari dahulu sampai saat sekarang dimana pun mereka berada.

Oleh sebab itu katanya, sudah saatnya pemuda menjadi promotor dan pelanjut semangat baghundiang dalam melahirkan sebuah inovasi yang efektif dan efesien. “Sebagaimana disebutkan dalam kata-kata motivasi, Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan saya siapa lagi,” ujarnya.

Adalah katanya, seorang pemuda millenial Ilham Rahman, salah seorang inisiator gerakan pemuda peduli Piaman (GP3) yang mau menjadi penggerak.  Ia merasa terpanggil untuk menggaungkan istilah baghundiang ini dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Padangpariaman.

“Khususnya pembangunan sumberdaya manusia, baik dari sektor agama, pendidikan, sosial maupun adat dan budaya melalui kegiatan webinar yang bertajuk Padangpariaman baghundiang,” ujarnya.

Ketika dihubungi Ilham Rahman yang putra Sungai Limau ini menjelaskan. Kegiatan dialog dan diskusi yang akan dilaksanakan melalui video confrence dan zoom meeting ini, bertujuan mengembalikan tradisi baghundiang dalam setiap gerak pembangunan di Kabupaten Padangpariaman.  “Kami akan menghadirkan tokoh-tokoh Piaman Laweh, birokrat, budayawan,alim ulama, kaum milenial, aktivis, akademisi/dosen, organisasi/komunitas, pengusaha Piaman dan terkhusus untuk para calon Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman,” ujarnya.

“Salah satu dari mereka, sudah dapat dipastikan menjadi tampuk pimpinan di Kabupaten Padangpariaman. Kita minta kesediaan mereka untuk berbagi informasi dan berdiskusi dalam menentukan arah pembangunan Padangpariaman kedepannya,” ujar Ilham Rahman.

“Harapan kami sebagai kaum milenial, hasil diskusi ini nantinya akan menjadi salah satu acuan dan menambah referensi bagi calon kepala daerah dalam membuat kebijakan. Sehingga dapat menghasilkan sebuah keputusan yang berdampak dan bermanfaat bagi kemajuan perkembangan Padangpariaman, tanpa menghilangkan tradisi dan kearifan lokal,” tandas Ilham mengakhiri. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional