Menu

Buah Lokal sudah Masuk Pasar Ekspor

  Dibaca : 85 kali
Buah Lokal sudah Masuk Pasar Ekspor
DURIAN— Buah durian, merupakan salah satu buah lokal yang banyak dimintai di dalam dan luar negeri. (ist )

JAKARTA, METRO – Sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan plasma nutfah terbesar di dunia, Indonesia menjadi tempat tumbuh berkembangnya aneka buah-buahan tropis. Meskipun aneka buah tropis tersedia di Indonesia, namun impor buah-buahan terutama dari negara-negara subtropis masih tetap ada.

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman, saat dikonfirmasi di Jakarta (18/9) menegaskan bahwa mayoritas buah-buahan impor adalah jenis buah subtropis diantaranya pir, anggur, jeruk dan apel.

“Impor buah-buahan dari negara-negara subtropis seperti Tiongkok, Amerika Serikat dan New Zealand tak bisa dihindari karena konsekuensi logis dari sistem perdagangan bebas dunia. Buah Pir, Jeruk Mandarin, Apel Merah dan Kiwi memang tidak diproduksi di Indonesia, jadi kalaupun impor tidak berkompetisi langsung dengan buah produksi petani lokal,” kata Liferdi.

“Dibandingkan dengan produksi buah lokal yang mencapai 21 juta ton, volume impor buah-buahan hanya mengisi sekitar 3 persen. Itupun didominasi buah subtropis yang jarang atau bahkan tidak diproduksi di dalam negeri,” terangnya.

Menurut Liferdi, produksi buah tropis lokal seperti pisang, nenas, manggis dan pepaya di Indonesia sangat melimpah, sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan ekspor. “Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, beberapa jenis buah tropis Indonesia seperti manggis, durian, nenas, mangga dan pisang sudah banyak mengisi pasar ekspor,” ujar Liferdi.

Ketua Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah Indonesia (AESBI), Sandy Widjaja, mendukung upaya pemerintah mengembangkan kawasan buah berorientasi ekspor, mengingat besarnya pangsa pasar ekspor buah-buahan tropis asal Indonesia.

“Kita tahu Tiongkok, dengan 1,3 Miliar penduduknya masih sangat terbuka luas pasarnya. Mereka gemar sekali buah-buahan tropis. Sementara kita sekarang baru bisa masukin Manggis, Salak dan Pisang. Untuk durian masih banyak dipasok dari Thailand dan Malaysia,” ujar Sandy.

“Pemerintah sudah saatnya bangun kawasan buah ekspor dalam skala luas. Kuncinya harus terpenuhi 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas. Faktor kuantitas sangat penting untuk kita bisa dorong protokol ekspor buah tropis kita,” kata Sandy. (jpc)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional