Close

BRIN Hadirkan Program Desa Berinovasi, Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat di Kota Solok

DESA INOVASI--Pemko Solok launching program desa berinovasi atsiri di Kota Solok, dengan branding so wangi.

SOLOK, METRO–Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan program desa berinovasi untuk Kota Solok. Program ini diharapkan dapat semakin berkem­bang dan bermanfaat untuk warga sekitarnya.

Program ini dalam bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat desa/kelurahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah produk/jasa unggulan daerah se­hingga dapat memberi kontribusi bagi peningkatan perekonomian dan pe­mu­lihan ekonomi masya­ra­kat.

Asisten II Sekda Kota Solok Jefrizal mengatakan, keberhasilan pelaksanaan program desa berinovasi diharap dapat berlanjut serta tidak hanya untuk pengembangan produk-produk berbahan minyak atsiri saja. Karena di Kota Solok ada banyak produk-produk unggulan daerah yang membutuhkan intervensi pemerintah dan akademisi dalam kerangka triple helix yang membutuhkan sentuhan kreativitas, alih teknologi dan ino­vasi.

“Kota Solok mendapatkan program itu, karena telah mampu menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai tambah dari minyak atsiri yang bersumber dari tanaman serai wangi yang dibudidayakan di Kota Solok,” ujar Jefrizal, kemarin.

Minyak atsiri dari tanaman Serai Wangi telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 516-415-2014 tentang Penetapan Produk Unggulan Daerah dengan Pendekatan Satu Daerah Satu Produk (One Village One Product).

Pengembangan mi­ny­ak atsiri dari tanaman serai wangi ini mulai dirintis di Kota Solok sejak tahun 2006 dan sudah tertuang di dalam Peraturan Walikota Solok Nomor 39/2009 tentang Pedoman Umum Program Pengembangan Mi­nyak Atsiri Kota Solok.

Pemko Solok memfasi­litasi pengembangan mi­nyak atsiri ini mulai dari pemanfaatan lahan, penyediaan bibit, hingga penyediaan alat suling yang mana sumber pendanaannya berasal dari APBD Kota Solok, APBD Provinsi, dan APBN.

” Kualitas minyak atsiri yang dihasilkan oleh Kota Solok memiliki standar mutu ekspor dan sudah diuji oleh lembaga terkait seperti Balittro Kementerian Pertanian dan Baristand Kemenperin Banda Aceh,” lanjut Jefrizal.

Plt Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM Hardi Julendra mengatakan, program desa beri­novasi bertujuan untuk membangun kapasitas untuk kehidupan yang berkelanjutan. Menghargai budaya yang ada, dan menemukan peluang bisnis melalui pengembangan infrastruktur pedesaan, pe­nerapan teknologi dan inovasi untuk pengemba­ngan produk unggulan.

Membangun keteram­pilan dan kompetensi, me­lalui sinergi komunitas dan masyarakat, dunia usaha, akademisi dan pemerintah serta pemerintah daerah.  “Kita mengusulkan kepada Walikota agar dapat dibangun Pusat Studi Minyak Atsiri di Kota Solok. Pusat studi ini nantinya dapat bermanfaat untuk mendukung pengembangan minyak atsiri dari hulu ke hilir. Bahkan, dapat dimanfaatkan nantinya oleh mahasiswa, akademisi, maupun praktisi yang memiliki minat terhadap minyak atsiri,” sebut Hardi. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top