Close

Brigjen Ramadhan: 23 Anggota Khilafatul Muslimin Ditetapkan Tersangka

BERIKAN— Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan saat memberi keterangan di PMJ, Senin (13/6) kemarin kepada wartawan.

JAKARTA, METRO–Polri melalui polda jajaran telah menetapkan puluhan anggota organisasi Khilafatul Muslimin sebagai tersangka. “Total sudah ada 23 orang yang ditetapkan sebagai tersangka untuk saat ini,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jakarta, Selasa (14/6).  Ramadhan memerincikan 23 tersangka itu diproses oleh beberapa polda jajaran. Pertama, Polda Jawa Tengah (Jateng) sebanyak enam­ tersangka.

Kemudian, Polda Lampung lima tersangka, Selanjutnya, Polda Jawa Barat (Jabar) dengan lima tersangka.  “Polda Jawa Timur (Jatim) satu tersangka, Polda Metro Jaya menetapkan enam orang tersangka,” tambah mantan Kapolres Palu tersebut.  Menurut dia, pengusutan kasus ini dilakukan karena organisasi Khilafatul Muslimin diduga kuat hendak menyebarkan berita bohong serta mengajarkan paham yang ber­tentangan dengan nilai Pancasila.

“Seperti kasus yang ditangani di Polda Jawa Tengah, kelompok ini melakukan kegiatan konvoi kendaraan roda dua dan me­nyebarkan selebaran berupa maklumat serta nasihat dan imbauan,” kata Ramadhan.  Kelompok Khila­fatul Muslimin sempat mem­buat heboh karena kon­voi dan menyebarkan sele­baran terkait pemahaman khilafah. Kelompok itu diduga hendak mengganti ideologi negara dengan sistem khilafah.

30 Sekolah Terafiliasi Khilafatul Muslimin

Sementara itu Polda Metro Jaya menyebut 30 sekolah yang tersebar di sejumlah daerah terafiliasi dengan kelompok Khila­fatul Muslimin pimpinan Abdul Qodir Hasan Baraja.  Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, hal itu terung­kap setelah pemeriksaan terhadap AS, petinggi Khi­lafatul Muslimin yang ditangkap di Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (13/6) pagi.

Zulpan menyebut AS yang konon dijuluki menteri pendidikan Khilafatul Muslimin berperan mendoktrin pengurus lembaga pendidikan di berbagai daerah.  Namun, dia enggan memerinci puluhan sekolah yang terafiliasi kelompok yang disebut mengusung ideologi khilafah itu. “Belum bisa saya sampaikan sekarang. Yang jelas itu sudah terafiliasi. Artinya pemahaman khila­fah itu sudah didoktrin oleh tersangka (AS),” kata Zulpan di Polda Metro Jaya.

Eks Kabid Humas Polda Sulsel itu mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai sekolah-sekolah tersebut.  “Tentu dengan Kemenag, Kementerian Pendidikan (Kemen­dikbudristek, red),” ujar perwira menengah Polri itu.

Zulpan mengatakan pihaknya juga bakal melakukan pengecekan terhadap puluhan sekolah yang terafiliasi kelompok Khilafatul Muslimin. “Nanti dicek setelah didapatkan datanya, penyidik akan langsung bekerja,” ucapnya.

Hingga kini, Polda Me­tro Jaya telah menangkap enam anggota kelompok Khilafatul Muslimin. Salah satunya ialah Abdul Qodir Hasan Baraja selaku pimpinan tertinggi organisasi itu.  Selain itu, AA, IN, F, dan SW. Mereka ditangkap di Bandar Lampung, Bekasi, dan Medan. Keenam orang itu orang itu terancam pen­jara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. (cuy/cr3/fat/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top