Menu

Brigjen Khasril: 70 Persen Narkoba Dikendalikan dari Lapas, Selama 2020, BNNP Sumbar Tangkap 34 Pengedar

  Dibaca : 283 kali
Brigjen Khasril: 70 Persen Narkoba Dikendalikan dari Lapas, Selama 2020, BNNP Sumbar Tangkap 34 Pengedar
PAPARKAN— Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin memaparkan hasil pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2020.

PADANG, METRO
Selama 2020, hasil tangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari hasil penangkapan tersebut, sekitar 70 hingga 80 persen peredaran narkotika terindikasi dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakaran (Lapas).

Menurut Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin, terjadinya penurunan pengungkapan kasus dipengaruhi pandemi Covid-19. Meski pengungkapan kasus mengalami penurunan, pengungkapan pada tahun 2020 sudah melebihi target yang ditetapkan.

“Ada penurunan dalam pemberantasan narkoba di Sumbar. Khusus BNNP Sumbar sendiri, kami sudah melebihi target, dari 12 perkara yang dipatok, kami sudah selesaikan 15 perkara, hanya saja tahun ini menurun dibanding tahun 2019 lalu,” kata Brigjen Pol Khasril Arifin saat jumpa pers tahunan, Rabu (30/12).

Dikatakan Birgjen Pol Khasril, selama tahun 2019, pihaknya menangkap 46 orang tersangka penyalahgunaan narkotika dan tahun 2020 menangkap 34 tersangka. Jumlah itu merupakan gabungan dari BNNP Sumbar dan BNNK. Menurutnya meski pandemi Covid-19, kejahatan narkoba tidak berkurang, tetapi dengan modus yang berbeda.

“Selain itu, barang bukti narkoba yang diamankan selama tahun 2020 juga menurun jauh dibanding tahun 2019 oleh BNNP Sumbar. Untuk barang bukti ganja yang diamankan selama tahun 2019 berjumlah 332,67 kilogram dan pada tahun 2020 hanya sebanyak 62 kilogram lebih,” ungkap Brigjen Pol Khasril.

Brigjen Pol Khasril menuturkan, untuk narkoba jenis sabu, pihaknya mengamankan sebanyak 2,59 kilogram pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 hanya sebanyak 526,46 gram saja. Meskipun dalam penurunan kinerja tersebut, BNNP Sumatera Barat juga memiliki peningkatan penyitaan narkotika jenis pil ekstasi.

“Untuk pil ekstasi, kami mengamankan sebanyak 105 butir pada tahun 2020 dan pada tahun 2019 hanya sebanyak 31 butir. Dari hasil pemantauan, perlintasan paling rawan masuknya narkoba masih tetap berada di kawasan daerah perbatasan,” ujar Brigjen Pol Khasril.

Brigjen Pol Khasril menuturkan, ganja dari Aceh dan Sumatera Utara, sedangkan sabu-sabu dan ekstasi datang dari Pekanbaru, Riau. Namun, pada masa pandemi ini, mereka mengubah pola dengan tidak membawa dalam jumlah banyak dan bahkan ada yang berputar balik begitu ada penjagaan di perbatasan.

“Kita sudah memetakan jaringan sindikat narkotika dari dalam Lapas, dimana tiga orang di antaranya telah ditangkap. Sekitar 70 hingga 80 persen itu peredaran narkoba dikendalikan dari dalam Lapas, pemainnya datang dari dalam sana, ada empat Lapas khusus untuk di Sumbar ini. Tentunya, kita akan terus mengungkapnya,” pungkas Brigjen Pol Khasril. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional