Menu

BRI Gelar Pelatihan Bagi 10 Ribu UMKM

  Dibaca : 124 kali
BRI Gelar Pelatihan Bagi 10 Ribu UMKM
DENGARKAN MATERI— Para peserta dari UMKM mendengarkan materi dalam pelatihan yang digelar oleh BRI di Hotel Mercure, Senin (11/11). BRI menggelar pelatihan ini kepada 10 ribu UMKM di seluruh Indonesia. (wista yuki/posmetro)

PADANG, METRO – BRI menggelar pelatihan kepada 10 ribu UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk di Sumbar, kegiatan pelatihan yang merupakan program CSR BRI Peduli ini, dilaksanakan di Hotel Mercure pada Senin (11/11) dan diikuti sebanyak 400 orang.

Pimpinan Wilayah BRI Padang, Syamsul Arifin mengatakan, kegiatan program pelatihan ini, khusus di wilayah Sumbar dibagi menjadi empat cluster pelatihan. Yaitu, Kota Padang, Bukittinggi, Batusangkar dan Solok.

“Para peserta merupakan UMKM terbaik yang ada di Sumbar. Pada Senin (11/11), merupakan peserta pertama yang mengikuti pelatihan 10 ribu UMKM yang diselenggarakan BRI,” ujar Syamsul.

Ia menambahkan, pada pelatihan kemarin, ada 100 orang yang diundang mengikuti kegiatan tersebut. Selanjutnya Selasa (12/11) di Bukittinggi dengan peserta 100 orang, Batusangkar pada Rabu (13/11) 100 orang dan Solok pada Kamis (14/12) 100 orang.

Syamsul mengungkapkan, pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapabilitas UMKM untuk go digital dan go online. Dalam program tersebut, para UMKM mengikuti pelatihan terkait administrasi dan manajemen keuangan, serta terkait informasi akses permodalan.

Melalui pelatihan ini terang Syamsul, BRI menunjukkan komitmen menjalankan peran sebagai agen development. Sehingga kehadirannya semakin memberikan kontribusi yang lebih besar kepada ekonomi kerakyatan yang menghasilkan.

“Sungguh besar harapan kami dengan adanya pelatihan ini bisa memberikan nilai tambah bagi peserta dari UMKM. Selain itu, kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan,” tukasnya.

Dalam pelatihan ini, pemateri dalam pelatihan tersebut yaitu Erni Masdupi dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP). Ia menyampaikan materi terkait administrasi keuangan dan manajemen.

 

Menurut Erni, kelemahan-kelemahan UKM yaitu tidak ada pencatatan aktivitas dan hanya mengandalkan ingatan. Kemudian, pengelolaan keuangan perusahaan bercampur dengan keuangan keluarga. Serta, tidak dilakukan evaluasi kondisi usaha, sehingga tidak diketahui tingkat perkembangannya.

“Keberhasilan bisnis anda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan anda menjual. Melainkan juga ditentukan oleh kemampuan anda mengadministrasi dan mengatur keuangan usaha,” terangnya.

Salah seorang peserta, Fahri dari Padangpariaman menyambut baik dengan diselenggarakan pelatihan oleh BRI ini.

“Dengan adanya pelatihan ini, tentunya bisa menambah wawasan kami dalam menjalan usaha. Ke depan, diharapkan usaha kami bisa maju usai mengikuti pelatihan ini,” tandas Fahri yang menggeluti usaha bordiran di Ulakan. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional