Menu

BPP Kemendagri Narasumber Rakor di Kota Pariaman

  Dibaca : 150 kali
BPP Kemendagri Narasumber Rakor di Kota Pariaman
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 

PARIAMAN, METRO–Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Da­lam Negeri (BPP Kemendagri) RI, Agus Fatoni menjadi narasumber Rakor Kelitbangan tentang inovasi daerah di Kota Pariaman.

Kegiatan ini digagas Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pe­ngem­bangan Daerah (Bappeda) Kota Pariaman, yang menginisiasi tentang Rapat Koordinasi (Rakor) Kelit­bangan, dengan tema “Inovasi Un­tuk Akselerasi Kemajuan dan Pe­ningkatan Daya Saing Daerah” di ling­kungan Pemerintahan Kota Pa­riaman.

“Kota Pariaman sudah cukup baik, dimana ada peningkatan setiap tahun terkait inovasi daerah, dimana pada tahun 2018 dan 2019 mem­peroleh predikat kurang inovatif dan berada di rangking 46 dan naik 43 tahun selanjutnya, pada Tahun 2020 lalu, mendapatkan predikat Sangat Ino­vatif sehingga mendapat peng­hargaan, baik Piala dan Piagam, serta menduduki rangking 24 Na­sional,” ujar Agus Fatoni.

Lulusan S3 Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjajaran ini menga­takan bahwa dengan adanya ino­vasi di daerah, maka nantinya akan meningkatkan Indeks Inovasi Da­erah, dimana Indeks Inovasi Da­erah sendiri berarti Sistem pengu­kuran dan penilaian terhadap pene­rapan pembaharuan penyeleng­garaan Pemerintah Daerah, yang telah dilaporkan dengan urusan yang menjadi kewenangan, ucap­nya lebih lanjut.

Agus Fatoni dalam paparanya mengambil tema “Inovasi Daerah dan Pengembangan SDM yang Profesional, Kreatif dan Inovatif”, dimana ia banyak mengangkat bagaimana peran dan fungsi kita sebagai ASN maupun Non ASN yang bekerja di Pemerintah Dae­rah.

“Inovasi merupakan kebutuhan daerah yang harus kita lakukan, karena itu, kita Pegawai yang merupakan bagian dari Pemerin­tah Daerah, dituntut untuk memiliki Kompetensi, Komitmen dan Ke­kompakan,” tuturnya.

“Daerah mempunyai masalah dalam SDM Birokrasi, dimana me­re­ka banyak yang tidak profesional, Motivasi dan Kinerja Rendah, Kom­petensi Kurang Memadai, Pengua­saan IPTEK yang minim dan Ren­dahnya Kreatifitas dan Inovasi,” jelasnya lagi.

Setiap ASN, harus memiliki kecakapan tertentu, seperti Intuisi, Inovatif, Responsif, Tanggap, An­tisipatif dan bisa menempatkan diri, dan juga harus bersikap Loyal, Totalitas, Netral, MIlitan dan Profe­sional.

“Mengapa inovasi perlu dido­rong, karena  hal ini adalah amanat dari UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, belum lagi UU lainya, serta juga sesuai dengan PP (Peraturan Pre­siden) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah,” ungkapnya.

“Kota Pariaman sudah banyak melakukan berbagai inovasi, tetapi ada yang belum terdata dan ter­catat,  dan ini menjadi tugas dari OPD bersangkutan untuk meleng­kapi hal tersebut, dan kepada OPD dan instansi, agar membuat inovasi inovasi baru, yang dapat me­ngangkat Indeks inovasi daerah dan peringkat Kota Pariaman nan­tinya,” tutupnya.

Acara ini dihadiri oleh Walikota Pariaman, Genius Umar, dan diikuti oleh Sekda, Asisten I, Kepala OPD, dimana didampingi oleh operator instansi masing-masing OPD, dan juga diikuti oleh Esselon III dan IV, Ke­pala UPT, Lurah/Kepala Desa , ser­ta staff di OPD masing-masing me­lalui zoom meeting secara daring.

“Diharapkan dengan mening­katnya inovasi daerah nantinya, apalagi memenfaatkan IT (In­for­masi dan Telekomuniasi), akan dapat meningkatkan Kinerja yang bersangkutan, dengan tujuan untuk mewujudkan tata kelola peme­rintahan yang bersih, Efektif, Ef­e­sien, Tansparan dan Akuntabel,” terangnya mengakhiri. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional