Menu

BPNB Sumbar Gelar Edukasi Jelajah Jalur Rempah, Menapak Kembali Sejarah Rempah

  Dibaca : 107 kali
BPNB Sumbar Gelar Edukasi Jelajah Jalur Rempah, Menapak Kembali Sejarah Rempah
SEMINAR—Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar menggelar seminar Edukasi untuk menapak kembali Jelajah Jalur Rempah di Sawahlunto Sumbar.

SAWAHLUNTO, METRO–Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar gelar Edukasi Jelajah Jalur Rempah di Sawahlunto. Acara seminar tersebut digelar di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) sejak Rabu –Jumat, 1-3 September 2021. Peserta yang mengikutinya terdiri dari 40 orang dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Sumbar ini, mewa­kili komunitas pecinta sejarah dan budaya serta komunitas media.

Untuk di Sumbar ini lanjut dia, ada lima kabupaten dan kota yang masuk dalam peta jalur rempah, yaitu Kabupaten Pa­dangpariaman, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Kota Padang dan Kota Pariaman.

Kepala BPNB Sumbar Undri mengatakan, Jalur Rempah merupakan sa­lah satu program prioritas tahun 2021, di mana programnya menitikberatkan kepada rekontruksi Jalur Rempah untuk mendukung penetapannya sebagai warisan dunia (World Heritage).

“Kita memiliki beberapa daerah yang berada di pesisir pantai. Ada kemungkinan masuk dalam ja­lur rempah itu. Kita akan mendukung upaya untuk menggali informasi terkait hal ini untuk menerka kembali sejarah tentang rempah di nusantara yang ternyata memiliki rentetan dampak luas hingga sosial budaya,” ungkap Undri.

Dia menambahkan, ter­kait jalur rempah ini telah menjadi salah satu simpul peradaban bahari Nusantara, jalur kebudayaan dan peradaban yang bukan sekadar sebagai akses pertukaran niaga. “Akan tetapi juga membawa serta gagasan, pengetahuan, seni dan budaya di sepanjang rute perjalanan dari ujung pa­ling timur kepulauan Indonesia melewati selat Malaka sampai Afrika, Timur Tengah dan Eropa,” ung­kap Undri.

Kegiatan yang dibuka secara daring oleh Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudris­tek, Dr Restu Gunawan, M.Hum, Jumat (3/9).

Dikatakan Undri, dipi­lihnya Kota Sawahlunto sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut, karena Kota Sawahlunto memiliki histori yang sangat kuat terkait dengan penambangan batubara yang kini telah diakui U­NES­CO sebagai kota w­a­risan dunia. Selain seminar, dalam rangkaian ke­giatan ini juga akan me­ngun­jungi sejumlah objek wisata sejarah, diantaranya Lubang Tambang M­bah Soero, Museum Goedang Ransoem dan Museum Kereta Api.

“Dalam kunjungan ke objek wisata, kita akan minta semua peserta untuk membuat laporan dan melakukan pantomim ten­tang rempah dan budaya, dan wajib menyampaikan presentasi dari hasil kunjungan tersebut,” sebut Undri.

Sementara itu, terkait penyelenggaraan kegiatan yang masih dalam suasana pendemi Covid – 19, ia juga mengatakan bahwa panitia menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Selain Prokes 3 M untuk kegiatan di la­pang­an, peserta yang me­ngikuti kegiatan ini juga diwajibkan untuk menunjukkan bukti Swab Antigen dengan hasil negatif.

Dalam giat tersebut, Balai Pelestrai Nilai Budaya Sumbar menghadirkan 6 Narasumber, yaitu Kadis Kebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto, Hilmed, yang memaparkan tema Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia sebagai Pusat Bahan Ba­kar Transportasi Pembawa Rempah Dunia.

Kemudian, Dr Sudarman, MA dengan tema Sawahlunto Sebagai Pe­nunjang Utama Transportasi Jalur Rempah Dalam Historis. Selanjutnya Yose Hendra, SS, MA dengan tema Akulturasi Rasa Budaya di Sawahlunto.

Setelah itu, Asep Hambali dengan tema Edukasi Jalur Rempah, kemudian Fatris MF dengan tema Memotret dan Memvisualisasikan Kota Sawahlunto Sebagai Bahan Edukasi Jalur Rempah. Selanjutnya Bayu Harianto dengan tema Strategi Publikasi Dari Objek Wisata Budaya dan Sejarah.

Wakil Walikota Sa­wah­lunto, Zohirin Sayuti, yang hadir dalam pembukaan kegiatan itu mengatakan, bahwa sebagai kota yang kaya dengan sejarah dan budaya, memang sangat tepat kegiatan kebuda­yaan ini diselenggarakan di Sawahlunto, apalagi dengan peserta generasi muda.

“Kami berterimakasih dan mendukung kegiatan ini. Materi – materi yang dibahas, dan kunjungan ke objek wisata, itu mengenalkan dan memberikan pengetahuan tentang ke­kayaaan sejarah dan budaya Sawahlunto. Ini tentu memberikan manfaat pada pelestarian nilai – nilai budaya di Kota Wa­risan Budaya Dunia versi UNESCO ini,” sebut Zohirin.

Ditemui Padek di sela kegiatan tersebut, Marjafri, salahseorang peserta seminar asal Sawahlunto, mengaku bangga dengan adanya kegiatan dari BP­NB Sumbar di Sawahlunto ini. “Selain menambah ilmu dan wawasan dari para Nara umber, kegiatan ini juga dapat membantu promosi wisata serta kekayaan tradisi dan budaya yang ada di kota ini,” ungkap Zohirin. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional