Menu

BPJS Menunggak, Pulang Paksa dari Rumah Sakit, Andre Bantu Biaya Pengobatan Pengasong Racun Tikus

  Dibaca : 252 kali
BPJS Menunggak, Pulang Paksa dari Rumah Sakit, Andre Bantu Biaya Pengobatan Pengasong Racun Tikus
SERAHKAN BANTUAN— Tim AR Center Nurhaida dan Alwis Ray menyerahkan bantuan dari Andre Rosiade kepada Asnita di Marapalam, Padang Timur, Jumat (25/9). Sang suami sedang terbaring di rumah karena sakit liver.

MARAPALAM, METRO
Hati Asnita (53) risau alang-kepalang. Sang suami Aria Suhandi (57), tak ingin lagi terbaring di ranjang rumah sakit akibat penyakit liver yang dideritanya. Sepekan terakhir, pedagang racun tikus di Pasar Raya Padang itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, dana berobat, transportasi dan biaya sehari-hari tak dapat dielakkan. Dia akhirnya pulang paksa.

Kini, Aria hanya bisa berbaring di rumah kontrakan kayunya di RT 4 RW 5 Marapalam Indah, Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur. Sementara Asnita, adalah seorang pekerja di sebuah kantin di kawasan Lubukbegalung. Kini, tumpuan pendapatan ada di pundaknya. Berat memang, tapi hidup terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Saya kerja dari pagi sampai sore. Kalau suami dirawat, kami tak punya pemasukan apa-apa. Dia sakit sudah cukup lama dan tak lagi bisa berjualan asongan. Biasanya jualan racun tikus, peniti, jarum dan barang-barang kecil lainnya. Pakai tas, mengasong keliling pasar,” kata Asnita yang mengaku berpedapatan Rp30 ribu kalau bekerja, itupun tak setiap hari.

Asnita yang berasal dari Sulik Aia, Kabupaten Solok ini mengaku sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, seorang anaknya harus putus sekolah di SMK swasta di Kota Padang setahun terakhir. “Sekarang anak saya hanya satu yang sekolah lagi. Itupun susah cari biayanya. Untuk bayar kontrakan saja sudah nunggak pula empat bulan. Tiga anak sudah berumah tangga, tapi belum bisa membantu banyak,” kata Asnita lagi.

Dia menyebut, sang suami yang berasal dari Surian, Kabupaten Solok, minta dipulangkan saja dari rumah sakit karena tak tahan lagi berbaring dan terus-menerus diambil darah untuk pemeriksaan. Pikiran soal biaya juga menggangunya. “Lagipula, iyuran BPJS kami sudah menunggak beberapa bulan, tak bisa dipakai lagi. Berobat harus dari jalur umum,” sebut Asnita saat didatangi Tim AR Center yang terdiri dari Nurhaida, Alwis Ray, Rina Shyntia dan Zulkifli, Jumat (25/9) siang.

Hari itu, Nurhaida yang juga Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar diamanahkan oleh Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade menyerahkan bantuan beras dan uang tunai kepada keluarga itu. “Terima kasih pak Andre Rosiade dan tim yang telah mengantarkan bantuan ke rumah kami. Ini dapat dipakai untuk makan sehari-hari dan juga biaya berobat ke rumah sakit. Dua kali seminggu suami saya harus periksa, ongkosnya mahal,” kata Asnita lagi.

Ketua RT 4 RW 5 Devi Andriani mengaku kagum dengan kepedulian Andre Rosiade terhadap warga yang membutuhkan. “Kami di sini punya PSM (pekerja sosial masyarakat) bu Wahida yang diminta membantu mencarikan dana berobat pak Aria. Alhamdulillah, sekarang datang tim pak Andre Rosiade langsung dengan bantuannya,” katanya.

PSM Padang Timur Wahida menyebutkan, dia kerap mendengar kiprah Andre Rosiade yang memberikan banyak bantuan untuk warga yang membutuhkan. “Saya kenal seorang pengurus Gerindra dan coba kontak. Ternyata tak lama-lama, langsung dikirimkan bantuan,” kata Wahida kepada tim AR Center.

Nurhaida yang juga Sekretaris PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Sumbar menyebutkan, informasi yang didapat cukup mendadak. Karena terlihat sangat urgent (penting), tim langsung mendatangi lokasi. “Kami datang dan melihat pak Aria terbaring. Sesuai amanah ketua DPD Gerindra Andre Rosiade, kami langsung mengirimkan bantuan ini,” sebut Nurhaida lagi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional