Close

BPJS Ketenagakerjaan: Pelaku Klaim Fiktif Harus Dapat Efek Jera

JAKARTA, METRO–Ronal Efendi, pelaku klaim fiktif Jaminan Kema­tian (JKM) BPJS Kete­na­gakerjaan (BPJAM­SOS­TEK) yang ditangkap Ke­polisian Resor (Polres) Gowa beberapa bulan lalu, kini telah resmi divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Sunggu­mi­nasa. Pria berusia 31 tahun tersebut terbukti mela­kukan tindak pidana pe­malsuan surat yang meng­akibatkan dirinya didakwa hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Seperti yang diketahui, kasus ini berawal dari ke­curigaan petugas BPJ­AM­SOSTEK atas keabsahan dokumen yang digunakan oleh pelaku untuk me­nga­jukan klaim atas nama seo­rang peserta. Setelah dila­kukan investigasi di lapa­ngan ternyata terbukti bah­wa peserta belum me­ninggal dunia. Berdasarkan temuan tersebut, BPJAM­SOSTEK melapor ke pihak kepolisian dan dalam waktu singkat pelaku dapat dia­mankan.

Adapun modus yang digunakan oleh pelaku yang diketahui berprofesi sebagai pengacara dan karyawan di sebuah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) tersebut adalah dengan mendaftarkan beberapa warga di sebuah desa men­jadi peserta BPJAMSOSTEK. Kemudian secara terencana pelaku membuat surat kematian dan surat pengantar palsu dari Dinas Pencatatan Sipil (Discapil) Kabupaten Jeneponto, serta surat ahli waris palsu, dan mengajukan pembayaran jaminan kematian melalui kantor cabang BPJAMSOSTEK.

Direktur Utama BPJAM­SOSTEK Anggoro Eko Cah­yo mengapresiasi komitmen pihak-pihak terkait mulai dari Polres Gowa, Kejaksaan Negeri Gowa, dan PN Sungguminasa yang telah melakukan proses hukum dengan cepat dan tepat. Dirinya juga mengatakan bahwa ini me­rupakan bukti keseriusan BPJAMSOSTEK dalam memberantas tindak kriminal maupun praktik percaloan.

“Jaminan sosial kete­nagakerjaan merupakan program mulia yang dibuat oleh pemerintah untuk me­lindungi dan me­nyejahte­rakan pekerja ber­serta keluarganya. Namun sangat disayangkan ada beberapa oknum yang berbuat curang dengan tujuan untuk memperkaya diri sen­diri dengan cara yang tidak benar. Oleh karena itu kami mengambil langkah agar kejadian ini tidak terulang lagi,” seru Anggoro.

Anggoro melanjutkan bahwa BPJAMSOSTEK terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dana para peserta dengan mela­kukan verifikasi berlapis dan menggunakan teknologi biometrik guna memastikan seluruh manfaat dibayarkan kepada peserta maupun ahli waris yang tepat. Selain itu dirinya juga mengimbau agar tidak meng­gunakan jasa calo karena BPJAMSOSTEK telah melakukan simplifikasi prosedur dan persyaratan klaim JHT, sehingga peserta maupun ahli waris dapat melakukan klaim secara cepat, mudah dan aman.

Anggoro juga men­do­rong para peserta untuk melaporkan tindak kecura­ngan yang terjadi di ling­kungan BPJAMSOSTEK, baik secara langsung atau melalui Whistle Blowing System yang dapat diakses di website resmi BP­JAM­SOSTEK.

“Semoga dengan ada­nya kolaborasi yang baik antara BPJAMSOSTEK, pe­serta dan seluruh penegak hukum, diharapkan segala bentuk tindak kriminal ter­kait klaim dapat dicegah sehingga dana pekerja da­pat terus terjaga dengan aman,” pungkas Anggoro. (jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top