Menu

BPCB Sumbar Bertemu Bupati Pasbar, Tindaklanjuti Penemuan Gajah Mina di Sungai Batang Sibinail

  Dibaca : 981 kali
BPCB Sumbar Bertemu Bupati Pasbar, Tindaklanjuti Penemuan Gajah Mina di Sungai Batang Sibinail
KUNJUNGAN--Bupati Pasaman Yusuf Lubis saat menerima kunjungan rombongan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat di ruang kerjanya. (ist)

PASAMAN, METRO – Bupati Pasaman Yusuf Lubis menerima kunjungan kerja Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat Drs. Nurmatias bersama rombongan di ruangan kantor bupati pasaman. Selasa (19/11) kemarin.

Selain dihadiri Bupati Pasaman dalam kunjungan Rombongan BPCB Provinsi Sumatera Barat itu juga dihadiri beberapa pejabat di lingkungan pemerintah daerah Pasaman, termasuk Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Yasri Uripsyah, Kepala dinas pendidikan Kabupaten Pasaman Ali Yusri. Selanjutnya kepala bidang kebudayaan kabupaten pasaman Drs. Deas Karinalim.

Dalam kunjungan Rombongan BPCB Provinsi Sumatera Barat tersebut membahas tentang kelanjutan penemuan benda bersejarah berjenis arca yang telah ditemukan di sungai batang Sibinail Kecamatan Rao Selatan Pasaman beberapa bulan lalu.

“Ada beberapa misi yang kami bawa dalam pertemuan ini. Semuanya tentang penemuan benda bersejarah atau yang belum ditemukan di Pasaman,” kata Kepala BPCB Provinsi Sumatera Barat Drs. Nurmatias.

Misi yang dimaksud Nurmatias ialah, rekomendasi perihal penemuan Makara di Padang Nunang, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao pada 27 September lalu.

“Kita merekomendasikan untuk dilakukan survei dan ekskavasi penelitian dengan melibatkan beberapa stakeholder untuk menggali potensi tinggalan arkeologi lainnya di sekitar lokasi temuan, pemindahan temuan dari lokasi sekarang ke Museum Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Kecamatan Bonjol, agar dapat diakses oleh masyarakat umum, dilakukan konservasi temuan untuk mencegah kerusakan dengan melibatkan konservator BPCB Sumatera Barat dan penemuan ini perlu untuk diseminarkan,” kata Nurmatias.

Dijelaskan Nurmatias, makara yang ditemukan itu berjenis gaja mina. Dinama ditemukan pola patung berkepala binatang dengan mulut terbuka lebar. Pada bagian samping digambarkan lengkungan belalai gajah yang dihiasi motif flora, bagian atas bulat membentuk ukel kebawah.

Penggambaran mata terkesan mata sipit dan telinga melengkung menyerupai kipas. Diatas makhluk yang berada di dalam mulut dipahatkan bentuk bunga dan benang sari. Pada sisi kiri dan kanan, terdapat beberapa motif hias sulur-suluran berbentuk lingkaran menyerupai kipas. Pada bagian dalam mulutnya, terlihat pengambaran figur manusia yang sedang memegang senjata di tangan kanan dan perisai di tangan kiri dan posisi berdiri, mengganbarkan seorang prajurit.

Makara itu berukuran tinggi sekitar 110 cm terbuat dar batu sandstone atau batu pasir. Secara morfologi temuan makara yang di temukan di Padang Nunang memiliki kesamaan dengan temuan makara-makara di percandian Padang Lawas Sumatera Utara, sehingga diperkirakan temuan makara di Padang Nunang tersebut berusia antara abat ke-11 sampai dengan 14 masehi.

Sementara itu Bupati Pasaman Yusuf menyambut baik perihal rekomendasi penemuan makara tersebut. Dalam kesempatan itu Bupati Yusuf Lubis langsung menyarankan pembuatan rencana dan mendalami penemuan ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman.

“Daerah kita kaya akan sejarah. Saya menyarankan dinas terkait untuk mendalaminya sampai selesai. Terutama perihal penemuan makara beberapa waktu lalu,” tegas Bupati. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional