Menu

BPBD Sumbar Gelar Bimtek Jitu Pasna, Gubernur: Data yang Akurat Penting Agar Bantuan Pascabencana Tepat Sasaran

  Dibaca : 105 kali
BPBD Sumbar Gelar Bimtek Jitu Pasna, Gubernur: Data yang Akurat Penting Agar Bantuan Pascabencana Tepat Sasaran
BIMTEK— Suasana Bimbingan Teknis Jitu Pasna Provinsi Sumbar, Kamis (9/9) di Kota Padang.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansha­rullah mengatakan, Pro­vinsi Sumbar sebagai da­erah yang rawan ben­cana, membutuhkan sum­ber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola data kebencanaan secara akurat dan tidak tumpang tindih.

Pasalnya data keben­canaan terse­but sangat penting sebagai landasan dalam melakukan reha­bilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pemulihan pascabencana.

Karena itu, aparatur pemerintahan hingga ke tingkat desa, nagari dan lurah, relawan bencana, tagana harus bertindak cepat dalam menyampai­kan data yang tepat efektif dan efisien tidak hanya sewaktu terjadi bencana, tetapi juga saat pemulihan.

“Diperlukan aparatur yang memiliki SDM yang terampil dan cekatan da­lam menangani pasca­ben­cana. Termasuk juga insan pers yang menyajikan in­for­masi data yang akurat kepada masyarakat, saat tanggap darurat dan rehab-rekon,” ujar  Mahyeldi menanggapi ter­seleng­garanya Bimbingan Teknis (Bimtek) Hitungan Cepat Pengkajian Kebutuhan Pas­cabencana (Jitu Pasna) Provinsi Sumbar, Kamis (9/9) di Kota Padang.

Mahyedi meng­apre­sia­si terlaksananya Bimtek Jitu Pasna Provinsi Sumbar ini. Karena melalui bim­bingan teknis ini, diharap­kan melahirkan SDM yang mampu mengelola data ke­bencanaan, agar ban­tuan yang diberikan saat rehab-rekon pemulihan pas­cabencana tepat sa­sa­ran dan bisa diper­tang­gung­­jawabkan dengan baik.

Kepala Pelaksana (Ka­lak­sa) Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Erman Rahman melalui Kepala Rehabilitasi dan Re­konstruksi (Rehab Re­kon) BPBD Provinsi Sum­bar, Suryadi Eviyontri, me­nga­takan, BPBD Provinsi Sumbar mencatat, ada empat bencana besar yang pernah terjadi di Provinsi Sumbar.

Empat gempa berskala besar tersebut yakni, gem­pa pada Maret, September tahun 2007. Untuk dua gem­pa ini, upaya rehab rekon yang dilakukan khusus rumah-rumah warga yang rusak.

Sementara gempa be­sar lainnya, September 2009, rehab rekon yang di­lak­sanakan ada tiga, yakni rumah warga, infrastruktur jalan dan gedung yang rusak. Terakhir, gempa yang terjadi Oktober 2010. Rehab-rekon yang dilak­sanakan juga khusus peru­mahan.

“Empat kejadian ben­cana gempa besar itu ha­rus tetap diingat dan dike­nang, supaya kita waspada bahwa kita hidup di daerah bencana,” ungkap Erman Rahman, saat membuka Bimtek Jitu Pasna Provinsi Sumbar.

Tidak hanya ancaman gempa dan tsunami, juga banyak ancaman bencana lainnya di Sumbar, seperti banjir, puting beliung long­sor, abrasi, banjir bandang.

Untuk pemulihan pas­ca­bencana, Pemprov Sum­bar saat ini mengem­bangkan Jitu Pasna yang lebih besar. BPBD Provinsi Sumbar, telah  melak­sana­kan Bimtek Jitu Pasna ter­hadap aparatur desa, lu­rah, nagari, jurnalis, tagana dan relawan sejak 2016 lalu.

“Pemerintah terendah yakni desa lurah dan na­gari memiliki fungsi pe­nang­gulangan bencana. Hingga sekarang Jitu Pas­na telah menyentuh selu­ruh pihak. Sudah angkatan ke-42. Melibatkan 960 lebih desa nagari dan lurah di Sumbar. Jitu Pasna bukan tim evakuasi. Tapi terkait sumber data bencana,” tegasnya.

Suryadi menam­bah­kan,­ Jitu Pasna sangat pen­ting. Karena jangan sampai aparatur negara yang di­tun­juk sebagai PPK dan KPA mengurus korban ben­­cana, tetapi justru ter­seret ke ranah hukum. Hal ini terjadi karena tidak ada­nya keakurasian data di­mulai dari awal terjadinya bencana.

“Banyak yang terseret ke ranah hukum terkait data yang tidak akurat dan tumpah tindih. Begitulah beratnnya ancaman terha­dap tenaga fasilitator dan petugas lainnya di lapa­ngan dalam menghimpun data. Mereka diancam oleh masyarakat dan pejabat un­tuk memasukan data korban bencana,” ungkap­nya.

Karena itu, pengkajian data kebutuhan pasca­ben­cana harus tersimpan de­ngan baik agar dapat me­nge­lola bencana dengan baik. “Dengan adanya Jitu Pasna mereka tahu siapa yang layak dapat bantuan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Sub Bidang Rekonstruksi BPBD Provinsi Sumbar, Muliar­son mengatakan, Bimtek Jitu Pasna kali ini yang dilaksanakan selama em­pat hari dan merupakan angkatan ke-3 tahun ini. Pesertanya terdiri dari perangkat desa, nagari dan kelurahan peme­rin­tahan kabupaten kota, jur­nalistik dan relawan pe­nang­gulangan bencana.

Bimtek Jitu Pasna guna mendukung proses rehab-rekon terkait pelaksanaan dan prosedur menghitung kerugian dan kerusakan dampak bencana alam bagi aparatur di daerah. Narasumber yang dihadir­kan dari Pusdiklat BNPB, praktisi penganggulangan bencana, lembaga konsul­tan NCS, dan BPBD Provinsi Sumbar. (fan/adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional